BOGOR TODAY – Satuan Narkoba Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan 24 pelaku pengedar Narkotika jenis tembakau gorila, ganja dan shabu, di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor selama bulan Juni 2020.

Barang bukti yang berhasil diamankan jenis sabu 66 gram, jenis ganja 2 kilogram, 52 gram dan jenis Tembakau Sinte (Gorila) 90 gram.

“Barang yang mereka dapat dari luar, karena mereka punya jaringan, lewat kaki-kaki merekalah sehingga dapat beredar di wilayah Kota Bogor. Jadi sistem pemesanan lewat online yang sintetis, karena itu beredar di dunia maya. Mereka yang pasti menggunakan salah satu fasilitas jasa pengiriman,” ujar Kasat Narkoba Kompol Indra Sani, Kamis (09/07/2020).

Berdasarkan informasi yang didapat sehingga pihaknya memperdalam dan dilakukan penangkapan perkara tersebut.

“Kita tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap jaringan via online di wilayah peredaran Kota Bogor,” tegas Indra.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser menambahkan, fenomena narkoba pada saat PSBB ini seperti gunung es. Sehingga sejak bulan Februari, Maret, April, Mei, karena situasi PSBB Polresta fokus untuk membantu masalah pendemi Covid-19 dan pihaknya juga tidak aktif hanya sekedar mengumpulkan informasi. Mulai Juni ini pihaknya mulai aktif dan berhasil menangkap dengan jumlah yang signifikan.

“Kemarin juga kita secara operasional pengungkapan kasus narkotika juga mungkin berkurang, namun sekarang mulai aktif lagi dan kita bisa ungkap 19 perkara ini,” ujarnya.

Kemudian Ia menyampaikan, narkotika ini bukan hanya fokus kepada remaja. Artinya mulai dari lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, orang tua dirumah itu sangat berpengaruh terhadap bagaimana pendistribusian narkoba ini sampai ke konsumen, dari konsumen juga bisa meningkat menjadi pengedar atau pengecer.

Dengan ini tersangka melanggar pasal 144 ayat (2) subsider pasal 112 Ayat (2) dan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara dan maksimal dua puluh tahun penjara atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000 (satu milyar) rupiah dengan pidana penjara paling sedikit 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu milyar) rupiah. (Adit)