440054_620Kementerian Agama (Kemenag) RI belum bisa memastikan keselamatan 112 jamaah haji Indonesia yang belum kembali ke maktab pasca tragedi Mina, Kamis (24/9/2015). Kemenag baru bisa memastikan 34 jamaah haji Indonesia wafat dalam musibah itu.

YUSKA APITYA AJI ISWANTO
[email protected]

Sebelumnya dikabarkan 225 jamaah haji Indonesia be­lum kembali ke maktab masing-masing setelah peris­tiwa maut itu. Diperkirakan jumlah jamaah haji Indo­nesia yang meninggal masih bertambah. Sampai saat ini korban meninggal terbanyak dari Iran, 131 jiwa. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil menyebutkan, hingga saat ini ada 112 jamaah yang belum kembali ke maktab atau pemondokan. Jumlah tersebut terdiri dari 14 jamaah dari Kloter BTH 14; 16 jamaah dari Kloter SUB 48; 64 orang dari Kloter JKS 61; 7 jamaah asal Kloter UPG 10; dan 11 orang dari Kloter SOC 62. “Sampai saat ini kami terus menghimpun data jamaah haji yang belum kembali ke pemondokan. Dari jumlah sebelumnya yang mencapai 225 ja­maah, data saat ini yang belum kembali 112 orang,” kata Abdul, Minggu (27/9/2015).

Selain 112 yang belum kembali ke pe­mondokan, Abdul juga menyebut ada enam orang jamaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi lantaran cedera. Keenam jemaah tersebut yaitu:

  1. Zulaiha Alam dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306305 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.
  2. Ubaid bin Komaruddin dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745300 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.
  3. Ending bin Rukanda dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745297 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.
  4. Arninda Idris dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1307797 saat ini dirawat di RSAS King Abdullah.
  5. Fadillah Nurdin dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306258 saat ini dirawat Klinik 107 Makkah.
  6. Yusniar Abdul Malik dari kloter MES 7 dengan nomor paspor B1060451 saat ini dirawat di RSAS King Fahd Angkatan Bersen­jata di Jeddah.

“Informasi selanjutnya terkait korban peristiwa Mina akan kami sampaikan ses­egera mungin,” tutur Abdul.

Tragedi Mina bukan hanya menyebab­kan ratusan jamaah haji meninggal dunia dan luka-luka. Menurut informasi yang diterima dari Kepala Daker Jeddah, Arsyad Hidayat, tragedi Mina juga menyebabkan banyak jamaah haji yang ‘menghilang’.

Tragedi Mina ini terjadi pada Kamis (24/9/2015). Musibah ini bisa terjadi karena jamaah yang saling berdesak-desakan di Mina.

Menteri Kesehatan Arab Saudi Khalid Al Falih mengatakan, jumlah korban meninggal akibat berdesak-desakan di Mina semakin bertambah, mencapai 769 orang. Adapun ko­rban luka mencapai 934 jamaah. “Beberapa jamaah meninggal setelah dirawat di rumah sakit pasca-kejadian,” kata Al Falih seperti di­lansir Arabnews.com, Minggu (27/9/2015).

Pemerintah Arab Saudi mencatat kor­ban meninggal terbanyak berasal dari Iran, yaitu 131 orang. Berikutnya, jamaah asal Maroko yang meninggal mencapai 87 orang.

Kantor berita Prancis, Agence France Presse, melaporkan korban meninggal lainnya, yaitu 20 jamaah asal Kamerun, 19 orang asal Nigeria, 18 orang asal India, dan 14 orang asal Mesir. Selain itu, 11 orang asal Chad, 9 orang asal Pakistan, 8 orang Soma­lia, 7 orang asal Algeria, 5 jamaah asal Sen­egal, dan 4 orang asal Tanzania.

Pemerintah Indonesia mengerahkan semua petugas haji di Makkah untuk men­cari 225 jamaah yang masih dinyatakan menghilang dari rombongannya. Hingga kemarin malam, Kementerian Agama men­catat 14 jamaah asal Indonesia ditemukan meninggal dan berhasil diidentifikasi.

Sementara, Tim Kementerian Agama (Kemenag) telah berhasil mengidentifikasi 15 jenazah yang menjadi korban tragedi Mina 204. Dengan demikian total jamaah haji Indonesia yang dinyatakan wafat kare­na tragedi Mina 204 berjumlah 34 orang.

Sebelumnya pihak Kemenag menyebut korban meninggal yang berhasil diketahui yaitu 19 orang. Namun jumlah korban itu bertambah setelah 15 jenazah berhasil diidentifikasi.

Ke-15 jenazah yang berhasil diidentifi­kasi itu 3 orang berasal dari BTH 14, 9 orang dari JKS 61, 2 orang dari SUB 48, dan 1 orang dari UPG 10. Berikut identitas 15 jenazah In­donesia dalam jumpa pers yang dilakukan oleh Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat, di Makkah, Minggu (27/9/2015):

  1. Nabaha Matsen Tarif, kloter BTH 14, nomor paspor B13061462.
  2. Reni Arfiani Kaherdin, kloter BTH 14 nomor paspor B13117843.
  3. Ponpon Sadjaah Sastrapradja, kloter BTH 14 nomor paspor B05242124.
  4. Tanti Puspitawati Suharsono, kloter JKS 61 nomor paspor B0929275.
  5. Rina Ocktarina Siroz Thoyib, kloter JKS 61 nomor paspor A37299466.
  6. Neneng Nurjuwitawati Deni Sahroni, kloter JKS 61 nomor paspor B09329737.
  7. Erik Suryaman Aceng Kartika, kloter JKS 61 nomor paspor B09330008.
  8. Eni Sukarni Oyo, kloter JKS 61 nomor paspor B07246619.
  9. Atik Suryati Suarno, kloter JKS 61 nomor paspor B073294610.
  10. Endang Sutiana Atang, kloter JKS 61 nomor paspor B092986611.
  11. Debi Merlindayani Hamdani, kloter JKS 61 nomor paspor B047659512.
  12. Wisma Widyana Puspitasari, kloter JKS 61 nomor paspor B121171313.
  13. Tasmudji Agung Seputro, kloter SUB 48 nomor paspor B122535814.
  14. Muzayyana Tahir Saruni, kloter SUB 48 nomor paspor B146793915.
  15. Nadjemiah Samad Madjida, kloter UPG 10 nomor paspor B0693478.

KORBAN MINA YANG MENINGGAL Versi Pemerintah Arab Saudi

Algeria: 4 meninggal

Benin: ada yang meninggal tapi jumlahnya belum diketahui

Burundi: 1 meninggal

Cameroon: setidaknya 20 meninggal

Chad: 11 meninggal

Egypt: 14 meninggal

India: 18 meninggal

Indonesia: 3 meninggal (Ke­menterian Agama Indonesia, Sabtu, 26 September 2015 merilis 14 jemaah meninggal)

Iran: 131 meninggal

Kenya: 3 meninggal

Morocco: 87 meninggal, berdasarkan laporan media Morocco

Netherlands: 1 meninggal

Niger: setidaknya 19 meninggal

Nigeria: 3 meninggal

Pakistan: 11 meninggal

Senegal: 5 meninggal

Somalia: 8 meninggal, ber­dasarkan laporan media

Tanzania: 4 meninggal

loading...