DSC06725Bisnis khusus industri keramik tableware fokusnya di mug dan coffee set. Dan itu semua hanya keperluan promosi. Tidak untuk di jual di modern market atau tradisonal market. Hanya custom berdasarkan pesanan customer.

Oleh : Hesti Amelia
[email protected]

Usaha yang dirinti s oleh Bonari sejak 2004 memu­lai dar i empat karyawan dengan segala keterbatasan. Kantorpun masih di garasi, tempat in­dustr i ada di Gunung Putri. Dengan berjalannya waktu, tahun 2009 indus­tri pindah ke daerah Citeurep Sentul. Begitu pula kantor menjadi satu den­gan tempat produksi. Tahun 2013 kan­tor kembali pindah di Jalan Alternatif Sentul Nomor 3D Nanggewer, Cibinong Bogor. Namun produksinya tetap di Ja­lan Lanbau (Lio Baru) Rt 5 Rw 5 Nomor 10 Leuwinutug, Citeureup Bogor. Kini Cangkir Bogor yang dikelola CV Bar­etta Cemerlang, memiliki lebih dari 150 karyawan.

Ini usaha yang kesekian. Sebelum­nya dia bekerja sebagai profesional diperusahaan lain, selama 9 tahun. Ke­napa harus membangun ini? Menurut Bonari, promosi adalah menjadi pilihan. Karena ia berpikir setiap perusahaan minimal ada dua yang bisnisnya sama atau sejenis pasti memerlukan promosi untuk mencari market share. Kalau kita bicara margin agak susah dibandingkan karena pemainnya tidak banyak. B eda kalau berdagang komunitas misalnya jual beras toko a, b, atau c harganya transparan, tapi kalau promosi tidak. Dari pertimbangan itu, kemudian ia me­mutuskan fokus di industri yang hanya untuk media promosi dan itu berdasar­kan permintaan customer.

Bisnis ini tidak semata-mata dari us­aha, juga dapat ridho. Kalau tidak dapat r idho dari Allah tidak secara sempurna bisnis ini berjalan. “Saya memulai dari murni sebagai orang marketing jadi pengembangan pasarnya bukan ses­uatu yang sulit, menurut saya,” ungkap Bonari kepada Bogor Today pekan lalu.

Mug adalah komoditas produk yang ia pilih. Karena promosi, ia berpikir me ­dia promosi ini efektif atau tidak sampai seberepa sering diliat atau dibaca orang.

“Mug adalah media paling sering dil­ihat, minimal 3 kali sehari dilihat orang. Karena orang minum pagi siang sore. Setiap orang membaca pasti membu­tuhkan minum dan pasti lihat mug . Me ­dia lain paling dipakai seminggu sekali. Pertimbangan efektifikrtas itu kenapa saya harus memilih produk utama bis­nis ini,” lanjutnya.

Strategi Bonari dari memiliki empat karyawan sampai 150 lebih tidak cukup dengan usaha saja. ‘’Saya sudah diberi­kan jalan seperti ini dan saya hanya meme gang amanah untuk menjalankan bisnis ini. Kemudian dari berjalan wak­tu, service anak marketing dari waktu ke waktu menimbulkan kepercayaan costumer. Keperc ayaan itu akhirnya menjadi cerita dari mulut ke mulut yang pada saatnya mereka akan mencari produk ini untuk promosi,” jelasnya.

B onari juga memiliki cara berbeda dalam memasarannya. Beberapa mar­keting dibagi berdasarkan segmen-seg­men. Ada yang di perbankan, lembaga keuangan, lewat media sosial. Kemu­dian marketing yang menggali siapa disesion maker perusahan-perusahaan tersebut. Kalau sudah tau kemudian komunikasi, diberikan penawaran dan dikasih contoh free kepada mereka itu.

“Sehingga pada saatnya mereka memerlukan sekalil lagi dan akan cari kami. Upaya marketingnya yang kami bangun begitu rupa. Disamping itu kit a juga mengembangkan produk semakin hari semakin variatif. Kami memperki­rakan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan customer. Itu yang mem­bangun sampai waktru sekian lama dan berkembang sampai seperti sekarang,” terangnya.

Produk yang ditawarkan, hanya fokus di mug dan coffee set atau tea set ada juga beberapa asbak. Belakangan ini yang dikembangkan produk cus­tom tidak umum dan tidak ju al kesiapa-siapa. Hanya model dan disain mengi­kuti permintaan. Jadi hanya membuat plid yang segi, tempat mayonais, dan tempat saos. Sekali lagi itu hanya un­tuk pesanan perusahaan tertentu yang dibuat dan komit membuat jenis ini un­tuk customer tertentu.

Kalau customer meminta dibuatkan mug sama seperti pesanan perusahaan ada dua kemungkinan. Pertama, ka­lau perusahaan mengijinkan langsung dibuatkan. Kalau tidak, diberikan al­ternatif dengan produk model lain ti­dak sama persis. Harga variatif mulai Rp. 3.000-Rp. 150.000. Untuk harga 150.000 biasanya coffee set atau tea set. Yang murah itu umumnya mug berb­agai ukuran. Harga tersebut tergantung seberapa besar ukuran dan modelnya.

Harga ekonomis Cangkir B ogor minimum 300 pcs. Tapi pada dasarnya pesan satu pcs bisa dibuatkan, hanya saja ada minimal cas yang dibebankan ke customer. Karena membuat satu membutuhkan material yang cukup harganya. Namun tidak membatasi or­der tapi lebih menyesuaikan customer ini butuh berapa, budget berapa dan pemakain kapan. Itu semua mesti dihi­tung. “Kalau bukan untuk promosi bisa kapan saja, tapi kalau sudah keperluan souvenir gift dipakainya tertentu, jadi pertimbangan itu dipikirkan juga,” tu­turnya.

Cangkir B ogor menggunakan bahan stone ware. Hasil barang jadinya harus terjangkau untuk keperluan promosi. Contoh yang pal­ing tinggi kelasnya di keramik ini bold itu satu pcs harganya bisa ratusan ribu. ‘’Nah ini tidak cocok untuk Cv. Baretta. Harganya mahal. Jadi, kami mengambil segmen yang biasa saja,’’ kat anya.

Kelebihan Cangkir Bogor, mengusa­hakan pekerjaan lebih cepat, harganya dibuat seterjangkau mungkin. Kombi­nasi itu kemudian membuka peluang pasar yang lebih luas.

Modal awal untuk mendirikan bis­nis sekitar Rp. 300.000.000 hanya un­tuk membeli bahan-bahan dan satu alat casting. Kemudian pasarnya berkem­bang, produksinya pun ditambah dan perlatan juga ditambah. Tapi mug yang dibuat selalu permint aan pasar lebih tinggi dibandingkan kemampuan produksi.

Kapasitas produksi perhar i 7.000 mug. Mug-mug tersebut disebar keselu­ruuh Indonesia sec ara langsung at au ti­dak langsung melalui marketing. Dibuat seperti itu untuk memastikan bahwa pasar tet ap terbuka dan permintaan tinggi. Perusahaan ini juga melayani titip bakar atau maklun.

“Marketing ini sebenernya urusan in­ternal kalau dulu contohnya di CV. Bar­etta kita tidak memberikan target value. Targetnya adalah penawaran berapa banyak perhari, promosi ini beda den­gan barang komudit as. Ada satu market­ing komunikasi targetnya hanya berapa kunjungan web di Cangkir Bogor per­hari, ka­lau turun itu ke­napa dan kalau naik itu juga kenapa kita harus tau,” pungkasnya.