CIGUDEG TODAY – Hampir 12 tahun pasca kejadian longsor di Kampung Pangleseran Desa Banyuwangi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, ratusan siswa harus belajar dalam kondisi seadanya. Ya, siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Panglesaran harus belajar dirumah-rumah warga karena ketiadaan ruang kelas seperti sekolah umumnya.

Kepala MI Pangleseran Tatu Uyaenah mengatakan, kondisi seperti ini sudah berlangsung lama, setiap siswa belajr dalam kondisi apa adanya.

“Ya, mau gimana lagi. Kami hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti ini, anak-anak harus belajar dirumah-rumah warga, karena ketiadaan kelas seperti sekolah umumnya,” kata Tatu.

Soal mengajukan, sambung dia, pihaknya sudah mengajukan ke berbagai pihak mulai dari Kemenag, Ormas Islam, Pemkab Bogor bahkan para wakil rakyat namun hingga saat ini tak ada satupun yang berhasil.

“Kalau buat proposal bantuan sudah banyak, hampir kesemua pihak. Namun ya mungkin belum ada yang terketuk untuk membantu,” tandasnya.

Melihat kondisi seperti ini, disayangkan oleh Tokoh Muda Bogor Barat Dede Fahruroji. Menurutnya, pemerintah melalui Kemenag dan Pemkab Bogor bisa melihat kondisi riil yang terjadi apalagi ini menyangkut kehidupan generasi bangsa ini.

“Kalau dipikir-pikir banyak hal yang terabaikan ketika proses pendidikan berpola seperti ini. Walaupun ini milik swasta seharusnya tetap menjadi perhatian. Bukan dibiarkan seperti ini,” kata Dede.

Untuk itu, dirinya mendesak agar Kemenag dan Pemkab Bogor terketuk hatinya membantu sarana dan prasarana pembangunan gedung pendidikan yang layak. “Ya, dibantu secara manusiawi lah, bagaimana pun mereka yang belajar adalah anak-anak bangsa,” tandasnya. (Agus)