IMG_20160518_113314BOGOR, Today– Memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) 2016, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Perta­nian, Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor, men­gambil semangat pelestarian nilai luhur dan kearifan lokal dalam melaksanakan kegiatan perta­nian sebagai akar budaya agraris yang patut diwariskan pada gen­erasi penerus bangsa.

Mewakili Bupati Bogor, Asisten Ekonomi dan Pembangu­nan (Ekbang), Benny Delyuzar, membuka langsung acara yang digelar pada Rabu (18/5/2016) lalu di halaman Kantor BKP5K. Benny pun mengingatkan jika kegiatan pertanian merupakan salah satu kebanggan dalam upaya membangun ekonomi na­sional yang maju dan sejahtera.

HKP merupakan giat untuk mengapresiasi petani, pekebun, peternak hingga nelayan dalam meningkatkan kepemimpinan dan kemandirian petani dan ne­layan lewat wadah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Selain itu, HKP diharapkan mampu memotivasi petani dan nelayan serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan petani dalam mewujudkan ke­mandirian pangan. Juga, men­jalin kemitraan usaha dan per­tukaran informasi antara petani dan nelayan dengan para pen­gusaha di bidang agribisnis, agro­industri dan agrowisata.

Tahun ini, BKP5K mengam­bil tema ‘Dengan Semangat HKP Kabupaten Bogor Thun 2016 Kita Wujudkan Kesejahteraan Petani dan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Menuju Kabupat­en Bogor Termaju di Indonesia’ yang berlangsung dua hari 18-19 Mei 2016.

Rangkaian kegiatan meliputi temu wicara, lomba keterampila, asah keterampilan, bakti tani, pameran dan gelar teknologi yang dilanjutkan dengan rembuk madya KTNA. Juga dilakukan rangkaian pameran teknologi dan produk pertanian, perikan­an dan kehutanan.

Pameran sendiri diikuti Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) dari seluruh Kabupat­en Bogor, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), Puslitbanghut, STP Cikaret dan produsen pupuk cair dan pestisida (Humika).

Sementara Kepala Bidang Pe­nyuluhan Perikanan dan Kehuta­nan pada BKP5K, Mamat Rahmat mengatakan, HKP merupakan program tahunan untuk mem­binan petani dalam pemasaran dan wadah saling tukar ilmu ser­ta teknologi demi meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian.

“Ini merupakan awal dari pertemuan. Selanjutnya, hasil lomba-lomba yang kami laku­kan akan dibawa ke tingkat Jawa Barat yang nanti dilaksanakan di Kawarang, 1-3 Juni 2016,” kata Mamat Rahmat kepada Bogor To­day.

(Rishad/*)