Untitled-4

Operator hotel kelas dunia, Accor, berencana melebarkan sayapnya di Indonesia. Sejak beroperasi di Indonesia tahun 1994, Accor telah mengoperasikan 100 hotel hingga tahun ini. Dalam periode 5 tahun ke depan atau sampai 2020, Accor berencana membuka tambahan 100 hotel baru di tanah air.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Tahun ini kita sudah operasikan 100 hotel. Sampai 2020 tambah 100 jadi 200 hotel. Hotel baru nanti lebih banyak atau 50% sasar kelas ekonomi sedangkan 50% kita sasar kelas mid scale dan up scale,” kata Chief Operating Officer Accor Malaysia-Indonesia-Singapura Gerard Guillouet saat acara MoU Bank Mandiri dan Accor di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta, belum lama ini. Hingga tahun 2020 nanti, Accor akan mengoperasikan 200 hotel. Hotel tersebut rencananya dibangun di kota-kota besar Indonesia. “Paling timur baru ada di Makassar, Lombok dan Manado. Tapi kita lihat, Papua dan Ambon. Di sana masih terkendala fasilitas infrastruktur. Tapi di daerah sana sangat potensial,” ujarnya. Konsep pembangunan hotel ialah Accor menggandeng mitra lokal. Mitra lokal akan membangun bangunan dan menyediakan tanah sedangkan Accor akan menjadi pengelola hotel. Accor menyediakan sumber daya manusia hingga sistem IT dan pemasaran. Ge;rard menjelaskan Indonesia sebagai negara potensial meskipun saat ini sedang terkena dampak perlambatan ekonomi. “Demokrasi di Indonesia sudah kuat. Wisatawan ke Indonesia kira-kira sudah 10 juta. Masih sedikit sekali dibanding Malaysia yang ukuran negaranya lebih kecil. Di sana ada 30 juta wisatawan. Di Indonesia baru 10 juta tapi potensi bisa 50 juta. Potensi besar sekali. Pemerintah Indonesia juga ada program 16 destinasi wisata yang baru,” ujarnya. Hotel yang dioperasikan oleh Accor Group pada segmen up scale seperti: Sofitel, Pullman, MGallery, Grand Mercure sedangkan segmen mid scale seperti: Novotel, Suite Novotel, Mercure dan Adagio. Accore juga mengoperasikan beberapa brand hotel kelas ekonomi atau low budget seperti ibis, ibis Style, ibis budget, adagio access dan hotel F1. Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, nantinya pemegang kartu kredit dan kartu debit Bank Mandiri bisa menikmati diskon sampai 10 persen serta menginap 3 malam seharga 2 malam. “Program lain yang segera dapat dinikmati antara lain program fiesta poin dan powerpoint di Accor regional serta program khusus bagi pemegang commercial card Mandiri,” kata Budi di tempat yang sama. Total nasabah pemegang kartu kredit Bank Mandiri saat ini mencapai 3,6 juta sedangkan kartu debit dipegang oleh 12 juta nasabah. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan daya tarik Indonesia di sektor pariwisata akan meningkat. “Jadi dapat Anda bayangkan betapa antusiasnya kami dengan kemitraan strategi yang terjalin hari ini, apalagi kemitraan ini sejalan dengan strategi bisnis Accor di Indonesia untuk menjalin kemitraan dengan banyak entitas di sektor pariwisata, diantaranya sudah bermitra dengan Kementerian Pariwisata dan industri penerbangan,” ujar Gerard menambahkan.