HL-1---Infrastruktur

Kalangan bank pelat merah dengan modal inti di atas Rp30 triliun kian menunjukkan komitmennya memacu kredit infrastruktur pada tahun ini, sekaligus untuk mendorong pembaikan pertumbuhan ekonomi.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. misalnya. Tahun ini emiten berkode saham BMRI tersebut menargetkan Penyaluran kredit senilai Rp36 triliun untuk proyek-proyek infrastruktur. “Hingga kuartal I/2015 sudah kami approve Rp9 triliun. Kalau sekarang sudah Rp9 triliun, minimal sampai akhir tahun Rp36 triliun untuk kredit yang kami setujui,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, beberapa waktu lalu. Beberapa proyek yang telah didanai Mandiri, lanjut Budi, yakni pengembangan bandara di Makasar dan di Semarang, 2 proyek jalan tol di Jakarta, 1 jalan tol di Semarang, pelabuhan di Derawan, proyek kereta api Bandara Soekarno-Hatta, serta pengadaan gerbong kereta api untuk kawasan Jabotabek. Menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini yang melambat akibat belum berjalannya proyek infrastruktur, Budi optimistis kondisi tersebut bakal membaik ke posisi di atas 5 persen pada kuartal II/2015. Perbaikan tersebut, kata dia, salah satunya bakal disumbang peningkatan kredit infrastruktur yang disalurkan. “Kalau di atas 5 persen itu masih masuk akal. Sekarang tidak apa-apa pertumbuhan 4,7 persen, karena memang sedang slowing down, tapi yang penting dilakukan perbaikanperbaikan,” tutur Budi. Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan dari total pinjaman yang disetujui perseroan hingga kuartal pertama tahun ini, baru 10-20 persen dana yang ditarik debitur. Pasalnya, tambah Rohan, penarikan kredit tersebut disesuaikan dengan jadwal proyek. Menurut Rohan, hampir seluruh kredit infrastruktur tersebut menggunakan mata uang rupiah. Rohan juga menuturkan dengan rencana perseroan memacu kredit infrastruktur bakal menyumbang pembaikan pertumbuhan pinjaman di Bank Mandiri. Dengan demikian, kendati pada kuartal I/2015 kredit di Mandiri baru tumbuh 13,3 persen, Rohan meyakini pada akhir tahun nanti pinjaman akan naik sesuai target perseroan di posisi 15 persen -17 persen. “Kalau target 17 persen belum tercapai, akan kami kejar dengan infrastruktur,” ujar Rohan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. pun mengalokasikan dana senilai Rp30 triliun-Rp35 triliun untuk pembiayaan proyek infrastruktur badan usaha milik negara (BUMN) pada tahun ini. Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni mengatakan proyek yang menjadi bidikan perseroan yakni power plant, pelabuhan, jalan tol, serta transmisi. “Ke depannya kami lebih fokus ke BUMN yang mencakup proyek-proyek infrastruktur,” ungkap Baiquni. Sementara itu, tahun ini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menganggarkan dana senilai Rp10 triliun untuk kredit infrastruktur di antaranya untuk proyek kereta api bandara dan jalan tol. Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan hingga kuartal I/2015 masih ada dana kredit infrastruktur yang belum ditarik senilai Rp7 triliun. “Untuk kuartal II/2015, yang kira-kira akan ditarik Rp 2 triliun. Kalau jumlahnya saya kira Rp10 triliun saja,” jelas Haru.

Baca Juga :  Sesosok Mayat Bayi Berjenis Perempuan Ditemukan Tergeletak di Teras Sekolah