IMG_9729

PT Liga Indonesia sudah menyodorkan pilihan, namun semua masih harus dipelajari

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

PT Liga Indonesia sudah merancang kompetisi Indonesia Super League musim baru. Setelah ISL musim 2015 dinyatakan berhenti karena alasan force majeure berdasarkan rapat komite eksekutif PSSI, 2 Mei lalu.

Turnamen pramusim juga dirancang pada periode Mei-Agustus sebelum ISL 2015/16 bergulir September mendatang. Lalu, bagaimana nasib Divisi Utama?

Joko Driyono selaku CEO PT Liga membeberkan, bahwa terkait kepastian kompetisi DU masih butuh pendalaman. Sedangkan untuk opsi turnamen pra­musim DU, PT Liga sudah memberikan pilihan.

“Untuk turnamen pramusim Divisi Utama perlu melakukan pendalaman ulang. Makanya kami lakukan opsi, apakah turnamen pramusim DU bisa digelar sebe­lum atau sesudah Ramadhan,” ucap Joko.

Dengan gemuknya tim peserta DU, yakni 54 tim, maka opsi turnamen regional adalah hal yang palik bijak. Tiap regional menggulirkan turnamen dengan pengawasan langsung oleh PT Liga.

Baca Juga :  Bogor Today Mobile Legends Tournament Resmi Berakhir, Squad 747 Sabet Juara 1

“Kalau diselenggarakan Agustus, sementara Divisi Utama musim 2015/2016 sesuai rencana Oktober atau akhir September 2015, kita beri opsi turnamen region­al, seperti di Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan semuanya akan diawasi langsung PT Liga Indonesia,” urai Joko.

Pelatih Persikabo, Abdush Sobur. Sobur meya­kini bahwa bila kompetisi Divisi Utama kembali dige­lar, maka Persikabo bakal melakoni jalan yang mulus menuju tangga juara. Sesuai dengan terget yang dipa­tok oleh manajemen di awal pembentukan tim.

“Dengan disiplin yang tinggi, hasil yang didapatkan luar biasa. Skuat yang kami miliki saat ini semuanya masih muda dan asli putra daerah. Namun ketika ber­main dengan para pemain yang levelnya di atas. Mer­eka bisa menunjukkan kualitas dengan baik, bahkan mengalahkan tim Garuda All Star yang bertabur bin­tang,” katanya.

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan

Tim pelatih Persikabo membentuk tim yang berma­terikan pemain lokal dengan kisaran umur di bawah 22 tahun dengan pola permainan tiki-taka yang mengan­dalkan operan-operan pendek. Pola ini terbukti cocok dan ampuh membuat para pemain bertahan lawan kerepotan. “Bahkan beberapa kali Gunawan Dwi Ca­hyo gagal menghadang,” akunya.

Lebih lanjut Sobur menegaskan bahwa hasil yang dicapai oleh Persikabo saat ini tidak lepas dari disip­lin tinggi yang diterapkan oleh tim pelatih dalam menu latihan harian yang dilakoni oleh para punggawa muda Laskar Pajajaran. “Kalau mereka terus bermain seperti ini, saya optimis Divisi Utama bisa dalam genggaman,” tukasnya.