DSC_0616

Turnamen pramusim punya peluang kembali digelar. PT Liga Indonesia baru memperkirakan setelah Idul Fitri mendatang

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Pelatih Persikabo, Abdush Sobur. Sobur meyakini bahwa bila kom­petisi Divisi Utama kembali dige­lar, maka Persikabo bakal melako­ni jalan yang mulus menuju tangga juara. Sesuai dengan terget yang dipatok oleh manajemen di awal pembentukan tim.

“Dengan disiplin yang tinggi, hasil yang didapatkan luar biasa. Skuat yang kami miliki saat ini semuanya masih muda dan asli putra daerah. Namun ketika bermain dengan para pemain yang levelnya di atas. Mereka bisa menunjukkan kualitas dengan baik, bahkan mengalahkan tim Garuda All Star yang berta­bur bintang,” katanya.

Tim pelatih Persikabo membentuk tim yang bermaterikan pemain lokal dengan kisaran umur di bawah 22 tahun dengan pola permainan tiki-taka yang mengandal­kan operan-operan pendek. Pola ini terbukti cocok dan ampuh membuat para pemain bertahan lawan kerepotan. “Bahkan bebera­pa kali Gunawan Dwi Cahyo gagal mengha­dang,” akunya.

Lebih lanjut Sobur menegaskan bahwa hasil yang dicapai oleh Persikabo saat ini ti­dak lepas dari disiplin tinggi yang diterapkan oleh tim pelatih dalam menu latihan harian yang dilakoni oleh para punggawa muda Las­kar Pajajaran. “Kalau mereka terus bermain seperti ini, saya optimis Divisi Utama bisa dalam genggaman,” tukasnya.

Setelah adanya putusan sela dari Penga­dilan Tata Usaha Negara (PTUN), yang men­gabulkan permohonan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), PT Liga Indonesia memang masih dapat memberikan perenca­naan format turnamen pramusim.

Ya, putusan PTUN tersebut, membuat Surat Keputusan (SK) Menpora pada 17 April berupa pembekuan PSSI, sementara tidak berlaku. Tim Transisi yang sebelum­nya dibentuk untuk menjalankan kompetisi, mengelola tim nasional Indonesia, dan mem­bentuk kepengurusan PSSI yang baru pun harus berhenti.

“Kami akan berkoordinasi dengan PSSI lebih dulu. Saya mendengar Komite Ekseku­tif PSSI akan mengadakan rapat untuk me­nyikapi perkembangan terakhir. Posisi Liga Indonesia, menyiapkan semua opsi yang ra­sional. Mungkin saja, dalam dua hingga tiga hari ke depan,” kata CEO PT LI, Joko Driyono dilansir Bola.net.

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

PT Liga pun berencana akan kembali menggelar pertemuan dengan klub ISL dan Divisi Utama. “Kami masih harus mendalami dan dibicarakan dengan patner, yang sebel­umnya telah dibatalkan. Yang jelas, event itu ada tiga tahapan penting. Pertama inovasi event atau produknya dalam konteks bisnis. Itu dibarengi aspek teknis. Kemudian tahap ketiga implementasi, perizinan dan sebagain­ya,” imbuhnya.

Dilanjutkannya lagi, menyikapi persoa­lan saat ini, tahap ketiga harus berada di no­mor satu sesuai pengalaman. Karena itu, pi­haknya justru ingin benar-benar memastikan hal mendasar tersebut terpenuhi. “Dengan demikian, agar fase berikut terkait produk, jadwal, pasti dengan patner. Itu saya rasa perlu pembicaraan lanjutan,” tegas dia.

Meski begitu kata Joko, kemungkinan besar turnamen pramusim untuk klub Di­visi Utama bru bisa digelar setelah Idul Fitri mendatang. Sedangkan untuk kompetisi kasta teratas musim 2015/2016, masih diren­canakan diputar mulai September 2015 dan akan rampung pada Mei 2016.

“Pramusim Divisi Utama masih sesuai rencana. Turnamen pramusim akan digelar pascalebaran. Hal ini juga berlaku untuk Di­visi Utama. Sementara ISL musim berikutnya masih September 2015,” jelas Joko.

Lebih lanjut, Jokdri menambahkan pi­haknya kini fokus mempersiapkan gelaran turnamen pramusim, mulai dari perizinan hingga sosialisasi kepada klub peserta. “Yang realistis saat ini adalah pramusim dan itu akan didalami. Semoga bisa dieksekusi se­baik-baiknya,” harap dia.

Wakil Ketua Umum PSSI, Erwin Dwi Bu­diawan mengatakan FIFA meminta Surat Keputusan (SK) pembekuan berupa sanksi administratif terhadap PSSI dicabut bukan direvisi. “Kalau menurut FIFA cuma satu mencabut SK pembekuan tersebut. Itu yang bisa membebaskan Indonesia dari sanksi FIFA,” kata Erwin.

Baca Juga :  Atlet Kabupaten Bogor Kembali Sumbang 29 Medali Emas di PON XX Papua

Dengan permintaan dari FIFA tersebut, ia berharap SK pembekuan tersebut segera dicabut sebelum 29 Mei seperti yang sudah ditentukan FIFA. “Kami juga telah melaku­kan RDPU dengan Komite III DPD hari ini dan Komisi X DPR kemarin yang intinya meminta DPR dan DPD mendesak Menpora untuk segera mencabut SK tersebut,” katanya.

Sementara itu, dalam RDUP tersebut Komite III DPD RI menyatakan ada empat poin yang dihasilkan setelah melakukan per­temuan dengan pengusus PSSI. “Empat poin ini telah kami setujui dalam RDPU dengan pengurus PSSI. Kemudian empat rekomen­dasi sore ini juga akan kami kirim ke Kemen­pora,” kata Ketua Komite III DPD RI, Hardi Selamat Hood.

Poin pertama adalah meminta kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Ke­menpora) untuk melaksanakan hasil PTUN Jakarta yang menerima gugatan PSSI. Kemu­dian poin kedua, meminta agar Kemenpora segera mencabut Surat Keputusan (SK) pem­bekuan berupa sanksi administratif terhadap PSSI.

Selanjutnya poin ketiga adalah meninjau kembali keberadaan Badan Olahraga Profe­sional Indonesia (BOPI) karena tidak sesuai dengan UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Nomor 3 Tahun 2005. Poin yang tera­khir adalah DPD akan menyurati Presiden Joko Widodo terkait SK pembekuan PSSI, dalam hal ini untuk mencabut SK pem­bekuan tersebut.

Sebelumnya, pertemuan antara Menpora Imam Nahrawi dan Wakil Presiden Jusuf Kal­la pada Senin (25/5) menghasilkan tiga opsi solusi penyelesaian masalah Kemenpora den­gan PSSI, yakni tetap pada SK pembekuan, pencabutan SK pembekuan, dan yang tera­khir revisi SK berupa pengakuan pada PSSI namun Tim Transisi masih tetap eksis.

Ketiga opsi tersebut telah diberikan kepa­da Wakil Presiden Jusuf Kalla dan akan dibi­carakan lebih dulu di internal Kemenpora, setelahnya akan dikomunikasikan kembali ke Wakil Presiden kata Deputi V Bidang Har­monisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto.