djadjang-nurdjaman_l_7d80f55v

BANDUNG, Today – Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman kecewa karena Turnamen Pramusim QNB Indonesia Championship Cup 2015, batal digelar. Padahal, rencananya turnamen itu sebagai langkah persiapan untuk menghadapi kompetisi domestik musim depan yang rencananya akan bergulir September mendatang. Tidak hanya itu, turnamen juga bisa menjadi ajang mengisi kekosongan kompetisi musim ini yang terhenti. Namun, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak dan akan kembali mencurahkan semua perhatian untuk tampil di Piala AFC 2015. Apalagi pada 27 Mei nanti, timnya akan melakoni babak 16 Besar melawan Kicthee SC. “Pastinya saya kecewa. Karena yang tadinya sudah cukup bergairah kemudian sekarang kecewa lagi. Itu yang terjadi. Kita fokus ke tanggal 27 saja menghadapi Kitchee,” kata Djadjang usai melatih di Lapangan Sidolig, Kamis (21/5/2015) pagi. Selain fokus pada AFC, Djadjang mengakui dirinya pun terus berusaha menjaga mental dan psikologis pemain. Kabar penghentian turnamen membuat pemain sempat down lagi. Namun, ia percaya pemain tetap profesional saat menghadapi pertandingan AFC nanti. “Tugas saya harus membangkitkan (mental) mereka. Bagaimanapun sangat berdampak. Dan buat saya sebagai pelatih tidak gampang. Untuk memelihara motivasi dalam keadaan situasi seperti ini tidak gampang. Pasti sebagai manusia sangat berpengaruh,” bebernya. Lebih lanjut ia mengatakan harus kembali membangun mental pasukannya yang abruk akibat batalnya gelaran turnamen pramusim. Djanur mengatakan, kabar tersebut membuat psikologis para pemain Persib sedikit terganggu. Dampak dari informasi yang didapat Rabu (20/5) siang itu langsung terlihat pada saat menggelar latihan rutin pada sore harinya di Lapangan Pusdik Armed, Kota Cimahi. “Sudah cukup kembali bergairah, eh sekarang kecewa lagi. Jadi tugas saya untuk kembali membangkitkan lagi, dan buat saya sebagai pelatih tidak gampang memelihara motivasi pemain di tengah situasi seperti ini, apalagi sebagai manusia,” kata Djanur. Logika paling mendasar dari batalnya turnamen itu, tambah Djanur, tentunya berimbas pada segi finansial pemain. “Soal mental pemain pasti berpengaruh, takut tidak punya semangat lagi. Tapi mereka pasti terpikirkan rasionalisasi pembayaran gaji, dan segala macam, dan buat saya ga gampang,” jelasnya. Kini Djanur pun terus mencoba mendongkrak motivasi pasukannya agar bisa memenangkan laga uji coba melawan Selangor FA, di Stadion si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Jumat (22/5). Terlebih duel tersebut sebagai pelipur lara sekaligus untuk menumbuhkan kepercayaandiri Atep dkk, sebelum berlaga melawan Kitchee SC, di babak 16 besar Piala AFC 2015, pada 27 Mei mendatang. “Sempat membuat pemain agak sedikit down lagi. Sebagai tambahan moril, kita harus memenangkan pertandingan besok (lawan Selangor). Setelah itu, fokus buat nanti tanggal 27 lawan, itu yang harus kita pikirkan dulu,” ungkapnya. Apabila Persib mampu menaklukan Kitchee SC dan melaju ke babak delapan b e s a r Piala AFC 2015, maka Djanur kembali dipusingkan program pemeliharan performa pemain, karena Maung Bandung baru kembali manggung Agustus mendatang. Selebihnya, Djanur menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen PT Persib Bandung B e r m a r t a b a t (PBB) mengenai kelanjutan skuat Persib, apaka h akan diliburkan ataupun dibubarkan. “Kita nanti tunggu apa k e b i j a k a n m a n a j e – men,” pungk a s n y a .

Baca Juga :  Atlet Kabupaten Bogor Kembali Sumbang 29 Medali Emas di PON XX Papua

(Imam/net)