Untitled-1

BANDUNG, Today – Persib Bandung akan menghadapi wakil Hongkong, Kitchee SC dalam laga lanjutan AFC Cup 2015. Skuat asuhan Jose Molina itu lolos ke babak 16 besar setelah bertengger di posisi runner up grup F. Winger Persib, Atep mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap waspada meski bermain sebagai tuan rumah. Karena sang lawan mempunyai pengalaman di kompetisi antarklub Asia. Musim lalu bahkan mereka sanggup melaju ke babak semifinal. “Ini bukan pekerjaan mudah, lawan Kitchee mereka sudah punya pengalaman di level Asia. Kita juga tahu dulu mereka pernah mengalahkan AC Milan, berarti mereka tim yang sangat siap,” ujar Atep dalam wawancara, Senin (18/5). Kitchee memang pernah membuat gempar dunia pada 2004 lalu ketika mengalahkan AC Milan dengan skor 2-1 dalam sebuah laga uji coba. Adalah penyerang asal Indonesia, Rochy Putiray yang mencetak 2 gol dihadapan sang legenda, Paolo Maldini. Namun Atep pun tidak silau dengan kemampuan sang lawan, karena Persib pun mempunyai catatan apik dalam menjamu klub luar negeri. Seperti menaklukan DC United 2-1 dan menahan imbang Ajax Amsterdam 1-1. “Karena kita punya modal, siapapun tim yang datang ke Bandung, tim sekuat apapun kita bisa atasi dan ini menjadi modal buat kita meskipun Kitchee pernah mengalahkan tim-tim besar dunia. Kami ingin memanfaatkan atmosfir yang bagus ketika menghadapi tim-tim luar,” imbuhnya. Pemain yang juga merupakan kapten tim itu merasa yakin dia dan rekan-rekannya bisa meraih hasil positif. Karena pasukan Maung Bandung mempunyai motivasi besar untuk menaklukan Kitchee. Ditambah dukungan bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat yang selalu bisa memompa semangat pemain. “Intinya kita ingin membuat sejarah kedepannya bahwa Indonesia tetap memiliki tim yang bagus,” tutupnya. Senada diungkapkan oleh Gelandang Persib Dedi Kusnandar ajak teman-temannya langsung berkonsentrasi menghadapi babak 16 Besar Piala AFC 2015 kontra Kitchee SC, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung 27 Mei mendatang. “Ini harus kita syukuri, hasil imbang dan memastikan kita jadi juara Grup H. Kita harus siap menatap pertandingan di depan melawan Kitchee. Kita harus berusaha lebih keras lagi,” kata Dedi. Dedi mengatakan, hal yang akan dibenahi menjelang babak selanjutnya adalah, konsentrasi selama laga. Menurutnya, tiga gol balasan Ayeyawady United pada laga pamungkas Grup H Piala AFC 2015 kemarin, sebagai cambukan buatnya untuk tampil lebih baik lagi. Baginya, sekalipun sebagai gelandang, menutup pergerakan lawan tetap menjadi tanggung jawab seluruh pemain. “16 Besar nanti menggunakan sistem ‘knock out’, maka kemenangan menjadi target mutlak bagi PERSIB. Mungkin harus ditingkatkan lagi nanti, jangan sampai kebobolan lagi,” tegasnya. Dedi mengaku, sudah mencari- cari kekuatan lawan, sedikitnya ia mengamati sepak terjang Kitchee SC di babak penyisihan grup Piala AFC 2015 ini. Menurutnya, gaya bermain kontestan asal Hongkong tersebut mirip seperti Ayeyawady United. Kolektifitas tim dan penggawa asingnya menjadi salah satu yang istimewa buat Dedi.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua
Baca Juga :  Gibas Sukses Gelar Pertandingan Muaythai, Wakil Walikota : Ganti Tauran Dengan Prestasi