Untitled-10

Golongan generasi muda dengan kisaran usia 25-35 tahun mengalami peningkatan pembelian rumah. Daerah penyangga seperti Bogor menjadi incaran untuk investasi hunian

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Dunia properti bergerak sangat dinamis dan selalu mengeluarkan tren terkini. Kalau dulu minat terhadap properti didominasi masyarakat berusia mapan dan matang, yakni sekitar 40 tahun ke atas, saat ini masyarakat yang berusia 25 sampai 35 tahun pun sudah mulai tertarik memiliki properti, baik untuk dihuni maupun investasi. Berdasarkan hasil survei semester pertama tahun 2015 Asia Property Market Sentiment yang dilakukan iProperty Group, tercatat adanya kenaikan sebesar 38% pada sektor pembelian rumah. Peningkatan minat membeli rumah tersebut didominasi masyarakat dengan kisaran umur 25 sampai 35 tahun. Head of Marketing Rumah123. com, Aditya Jamaludin mengatakan, kini golongan generasi muda sudah mulai mencari informasi untuk membeli rumah pertama mereka. Hal itu dilatarbelakangi kemampuan generasi muda yang semakin meningkat. Dalam survei tersebut terungkap adanya peningkatan minat di bidang properti karena mereka ingin memiliki rumah sendiri. Selain itu, ada keinginan untuk memiliki investasi jangka panjang dan melakukan upgrade rumah, dalam arti membangun kembali rumah mereka. “Dari hasil survei tersebut diketahui bahwa masyarakat sudah menyiapkan dana mulai Rp300 juta untuk membeli properti. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli properti,” ungkapnya. Berdasarkan survei yang dilakukan ini, kota yang menjadi sasaran pembelian properti adalah Jakarta sebanyak 52%, dengan alasan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan keinginan untuk tinggal lebih dekat dengan lokasi aktivitas seharihari. “Adapun untuk kisaran daya beli masyarakat terhadap properti, berada di kisaran angka Rp300 juta hingga Rp2 miliar,” kata pengamat properti Panangian Simanungkalit. Sementara, kota penyangga Jakarta yang dipilih responden berikutnya secara berurutan adalah Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok. “Lokasi adalah faktor penting dalam menentukan harga properti yang akan dibeli. Rumah yang berada di daerah strategis akan menjadi investasi jangka panjang yang baik. Misalnya rumah yang berlokasi tidak jauh dari jalan tol,” kata Panangian. Hal kedua setelah lokasi adalah kondisi lingkungan. Pastikan lokasi tempat tinggal yang sedang Anda cari bebas dari ancaman banjir. Misalnya memilih lokasi yang berada di daratan lebih tinggi. Selain itu, cari lokasi yang sudah dikenal aman dari tindak kriminal dan turut menentukan baiknya perkembangan anak. Sebaiknya Anda juga mengikuti perkembangan daerah lokasi rumah yang Anda incar. Pastikan tidak dibangun pabrik di sekitar lokasi, yang akan membuat hunian Anda menjadi tidak nyaman lagi. Terakhir adalah harga. Hal ini berperan penting dalam mempertimbangkan pembelian tempat tinggal. Sesuaikan harga rumah dengan kondisi keuangan Anda. Apabila Anda sudah memutuskan untuk mengalokasikan dana sebesar Rp200 juta untuk sebuah rumah, cobalah cek kembali banderol harga rumah yang dijual di wilayah sekitarnya. Barang kali Anda hanya perlu menambah sedikit budget untuk mendapatkan fasilitas yang lebih baik. “Jangan hanya memperhatikan harga yang terpampang secara fisik. Perlu diperhitungkan pula biaya yang berkaitan dengan pengurusan hukum, misalnya akta jual-beli, sertifikat hak milik, biaya notaris, dan lain-lain,” tutur Panangian.

Baca Juga :  Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kembali Raih Tiga Penghargaan Emas dalam ISDA 2021 Sekaligus