ihsg-anjlok-2-unilever-gudang-garam-pimpin-pelemahan-deR6H8NGaU

JAKARTA, Today – Sentimen positif sahamsaham di Asia nampaknya tidak mampu meredam aksi jual yang terjadi pada pasar saham Indonesia. Pada penutupan perdagangan, Senin (25/5/2015), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 26 poin atau 0,5 persen menjadi 5.288. Sebanyak 93 saham menguat, 205 saham melemah dan 90 saham stagnan. Menutup perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp2,812 triliun. Di Asia, indeks Nikkei naik 149 poin atau 0,7 persen ke 20.413, indeks Hang Seng menguat 469 poin atau 1,7 persen ke 27.992, dan indeks Straits Time naik 0,38 persen ke 3.463. Indeks LQ45 turun 5 poin atau 0,61 persen menjadi 920, Jakarta Islamic Index (JII) stagnan di 711,27, indeks IDX30 turun 2,7 poin atau 0,57 persen menjadi 476,65, dan indeks MNC36 turun 1,7 poin atau 0,59 persen menjadi 289. Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas melemah, dengan sektor infrastruktur turun 1,2 persen dan sektor keuangan turun 1,1 persen. Meski demikian, sektor perkebunan masih mampu mencatatkan penguatan tajam 2,2 persen. Adapun sektor-sektor yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp624 ke Rp44.400, saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp400 ke Rp26.500, dan saham PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) naik Rp425 ke Rp17.100. Sementara sektor-sektor yang berada dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp775 menjadi Rp46.300, saham PT United Tractor Tbk (UNTR) turun Rp650 menjadi Rp22.625, dan saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) turun Rp600 menjadi Rp26.250.

Baca Juga :  Peternak Ayam Petelur di Bogor Babak Belur, Harga Telur Pecah

(OKZ/Apri)