P2LM-7

BOGOR, TODAY – Upaya-upaya pembangunan di bidang pendidikan pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraanmanusia itu sendiri. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, pembangunan pendidikan merupakan wahana untuk mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan warga negara. Karenanya, manajemen sistem pendidikan harus didesain dan dilaksanakan secara terpadu dan diarahkan pada peningkatan akses pelayanan yang seluas-luasnya bagi masyarakat, bermutu, efektif dan efisien. Pembangunan pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat vital dan fundamental untuk mendukung upayaupaya pembangunan di bidang lainnya. Karenanya, setiap upaya pembangunan, penting untuk senantiasa mempertimbangkan karakterisitik dan potensi setempat. Dalam konteks ini, setiap wilayah, setiap komunitas masyarakat memiliki potensi, budaya dan karakteristik tersendiri. Sehubungan dengan itu, SMA Pesat Bogor menghadirkan programpendidikan berbasis masyarakat yang merupakan adopsi dari konsep “Community Based Education” yang telah dikembangkan di berbagai negara maju dan berkembang di Asia Afrika. Konsep pendidikan berbasis masyarakat ini merupakan suatu pendekatan yang mendorong berbagai kelompok masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam proses penentuan kebijakan dan pelaksanaan pendidikan anak, baik yang terkena dengan peningkatan akses layanan mengikuti pendidikan maupun kualitas pendidikan anak-anak. Masyarakat diajak dan dilibatkan secara aktif melalui berbagai wahana untuk bersama-sama pemerintah meningkatkan layanan pendidikan bagi generasi muda sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat yang ada disetiap daerah. Dengan pendidikan berbasis masyarakat ini, SMA Pesat Bogor merealisasikan dalam Praktik Penelitian pada Lingkungan Masyarakat (P2LM). Hal ini dilakukan selain untuk menggali potensi siswa-siswi juga untuk menerapkan disiplin ilmu yang mereka kuasai sesuai dengan program peminatan siswa-siswi SMA Pesat. “Berbeda dari tahun sebelumnya, Praktik Penelitian pada Lingkungan Masyarakat (P2LM) untuk masa sekarang lebih diarahkan ke kelas XI baik untuk jurusan IPA maupun IPS. Hal ini dimaksudkan agar di kelas XII nanti siswa-siswi lebih fokus terhadap persiapan Ujian Nasional,” ujar Ketua Panitia P2LM, Nurlis Suryani, M. Pd.I. Dewitita Agustiani,S.S sebagai pelopor P2LM mengutarakan program ini sebagai rantai pendidikan.”Praktik ini merupakan salah satu bagian dari mata rantai pendidikan yang diprogramkan di SMA Pesat untuk menjadikan siswa-siswi SMA Pesat benar-benar peduli terhadap lingkungan sekitarnya, sekaligus menerapkan antara teori-teori yang mereka dapatkan di sekolah dengan praktik real di lapangan,” terang guru senior lulusan Universitas Indonesia ini. Selain itu, program ini juga merupakan syarat untuk memenuhi tugas akhir. ”Program ini adalah sebagai suatu syarat untuk memenuhi tugas akhir semester di kelas XI,” ujar Dedeh Purwati, S.Si. guru matematika asli Bogor ini. Sementara, Dra. Dwi Haryati Winarni sebagai koordinator Program jurusan IPS mengatakan,”Dengan berpikir ilmiah siswi-siswi SMA Pesat dapat memadukan antara teori dan tataran praktik di lapangan,“ terang wanita kelahiran Cilacap ini. Muhammad Yasir, S.S, salah satu ustadz di SMA Pesat Bogor mengungkapkan hal ini sebagai pengamalan ilmu. ”Siswa-siswi SMA Pesat dapat memiliki ilmu yang amalia h dan amal yang ilmiah, karena pada hakikatnya mereka estafet pemegang tampuk ke khalifahan di permukaan bumi,” ujar Ustadz yang hobi naik gunung ini.

(Heru Budi Setyawan/ Humas SMA PESAT Bogor)