Untitled-9

Migrain bisa dialami siapa saja, tak terkecuali anak kecil. Namun, tak usah cemas bila anak Anda mengalaminya, sebab dengan pengaturan gizi yang baik bisa meminimalisir keluhan anak Anda.

 

Oleh : RIFKY SETIADI
Email: [email protected]

Sebagai orang tua, Anda harus peka melihat dan memberikan asupan gizi anak bila ingin keluhan migrain bisa diminimalisir. Anda juga harus menjauhi asupan nitrat yang umumnya ada di makanan kemasan, dan daging olahan, sedangkan MSG atau penambah rasa sering ditemukan dalam makanan keripik, dan snack. Hal tersebut diungkapkan Dr. Manny Alvarez Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi dan Ilmu Reproduksi di Hackensack University Medical Center di New Jersey, seperti dilansir Foxnews. Dia menjelaskan munculnya migrain pada anak umumnya disebabkan dua hal, yaitu nitrat dan monosodium glutamat atau MSG pada makanan. Kedua kompenan itulah pangkal migrain muncul pada anak, terutama migrain pedriatik. Mengingat gejala awal ini mirip dengan gangguan kesehatan anak lainnya, seperti sinusitis atau masalah gigi yang mengakibatkan sakit kepala. Maka sangat dianjurkan untuk melakukan cek up keluhan anak dengan dokter. Hal ini agar jelas diagnosa migrain anak Anda, dan bisa diambil langkah pengobatan yang tepat dan efektif. Di mana, kata Dr. Manny, pemfokusan pengobatan umum migrain pada anak mengacu perpaduan makanan bergizi, cukup tidur dan mengonsumsi obat secara teratur sesuai resep dokter. Lebih lanjut, dr. Many sendiri menjelaskan, kemungkinan besar dokter akan meresepkan obat non-steroid, obat anti-inflamasi seperti aspirin atau ibuprofen. Tetapi, apapun obat yang nantinya diberikan kepada anak Anda. Anda sebagai orang tua harus bisa memastikan obat yang diresepkan itu efektif dan sudah teruji secara klinis. Sakit kepala yang ‘melemahkan’ ini biasanya juga diturunkan. Anak Anda punya kemungkinan sebesar 50% untuk mengalami migrain, jika salah satu orang tua menderitanya. Risikonya terkena migrain akan yang lebih besar lagi, bila kedua orang tua menderita migrain. Gejala yang harus diwaspadai mencakup beberapa kombinasi dari nyeri yang menusuk-nusuk – biasanya di depan atau sisi kepala, mual atau muntah, dan sensitif terhadap cahaya atau suara. Migrain biasanya muncul pada usia delapan tahun, tapi beberapa anak mengalaminya di usia lebih dini. Pada anak-anak kecil, sakit kepala ini sering dikaitkan dengan mabuk perjalanan. Lakukan yang terbaik untuk mengenali pemicu khusus dari migrain si kecil, misalnya dengan menyimpan catatan tentang apa yang sedang ia lakukan atau makan, begitu pula apa yang ia rasakan secara umum, saat nyeri mulai menyerang. Penyebab paling umum pada anak-anak adalah kelelahan, beban aktivitas yang berlebih, perubahan rutinitas, mengonsumsi makanan tertentu seperti keju tua dan makanan olahan, seperti hot dog dan daging asap, bisa jadi pe\ micu besar, dan kafein. Untungnya, sakit kepala anak seringkali bisa diredakan dengan tidur atau minum ibuprofen atau acetaminophen. Namun perlu diperhatikan, nyeri yang berkepanjangan bisa memiliki efek domino yang kuat dalam nyaris segala aspek dalam kehidupan anak Anda. Bahkan, studi oleh Centers for Disease Control and Prevention menemukan, anak-anak yang sering sakit kepala dan kondisinya berat, ditambah lagi tidak diobati, akan memiliki masalah dalam emosi, perilaku, dan pergaulan dengan teman sebaya yang lebih tinggi ketimbang teman-teman sekelas mereka yang bebas sakit kepala.

Baca Juga :  5 Manfaat Air Lada Hitam Bagi Kesehatan, Nomor 3 Idaman Perempuan Banget