motogp-gp-5973-2-original

JAKARTA, Today – Setelah 20 tahun berlalu Indonesia punya peluang lagi untuk menggelar balapan MotoGP. Keberadaan ajang bergengsi tersebut di tanah air akan memberi banyak keuntungan buat Indonesia. “Itu sesuatu yang bagus. Kita dari AHM menyambutnya dengan komitmen positif. Sampai saat ini belum tahu siapa penyelenggaranya dan di mana digelar. Tapi kita dukung-dukung saja. Kita support,” ucap Agustinus Indraputra, GM Marketing Planning and Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM). Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia berpeluang menggelar kembalai balapan MotoGP pada 2017 menadatang. Kans tersebut terbuka setelah CEO Dorna SL (penyelenggara MotoGP), Carmelo Ezpelata, datang langsung ke Indonesia dan melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak. Dari pertemuan tersebut belum ada kesepakatan ditandatangani. Namun dalam tiga bulan ke depan rencananya bakal dibuat dibuat nota kesepahaman untuk merealisasikan ajang ini. Dilanjutkan Indra, kembalinya MotoGP ke tanah air membuka banyak peluang buat Indonesia. Salah satu yang utama adalah terbuka lebarnya kesempatan untuk pebalap lokal berlaga di level tertinggi. Selain itu menjadi tuan rumah MotoGP juga bakal mendatangkan keuntungan dalam beragam bidang di luar olahraga itu sendiri. Penonton MotoGP di Indonesia paling besar kedua atau ketiga di dunia, ini jadi peluang bagus. Juga bisa melambungkan nama Indonesia di dunia parisiwata dan hal lainnya. Prestise Indonesia juga naik dengan menggelar MotoGP. “Untuk AHM sendiri ini bagus untuk pengembangan pebalap lokal dan pengembangan motor. Tujuan kita melakukan pembinaan pebalap muda memang masuk ke MotoGP. Peluang pebalap Indonesia berlaga di MotoGP sebenarnya di manapun ada, di dalam atau luar negeri. Tapi kalau di Indonesia ada trek MotoGP itu akan memudahkan pebalap lokal,” lanjut dia. Ada beberapa pekerjaan rumah yang menurutnya harus dituntaskan untuk Indonesia menggelar balapan MotoGP. Pertanyaan terbesarnya adalah lokasi balapan karena Indonesia disebutnya belum memiliki tempat yang memadai. “Cuma, yang saya khawatirkan masalah tempat. Belum ada yang memadai di Indonesia,” tuntas dia.

MotoGP Dongkrak Motivasi Pebalap Lokal

Yamaha Indonesia menyambut positif peluang Indonesia menggelar balapan MotoGP pada tahun 2017 mendatang. Mereka menilai event tersebut bisa mendongkrak motivasi para pebalap lokal untuk lebih berprestasi. CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, datang langsung ke Jakarta pada Rabu (20/5/2015) untuk membahas kemungkinan adanya seri MotoGP di Indonesia. Ezpeleta bertemu Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua Umum PP IMI Nanan Soekarna, dan Direktur Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto. “Kami sangat menyambut baik kalau itu memang terlaksana. Penggemar MotoGP di Indonesia sangat banyak dan sangat rindu event MotoGP digelar di negara sendiri. Kalau balapan di Sepang saja, lebih dari 50% penontonnya orang Indonesia. Mewakili pecinta MotoGP di Indonesia, kami berharap ini benar-benar terlaksana,” ujar GM After Sales and Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, M. Abidin, Kamis (21/5). Ini peluang bagi pebalap Indonesia untuk menuju jenjang yang lebih tinggi. Mimpi setiap pebalap tentu bisa menorehkan prestasi di jenjang yang paling tinggi, yaitu MotoGP. “Ini akan berpengaruh ke motivasi mereka dalam berlatih dan meningkatkan skill,” katanya. Abidin cukup optimistis para pebalap lokal bisa unjuk gigi andai seri MotoGP jadi digelar di Indonesia pada tahun 2017. Menurutnya, masih ada waktu untuk mengasah skill yang sudah cukup baik. “Saya pikir sangat memungkinkan. Baik pebalap Yamaha, Honda, atau Kawasaki sudah bisa berprestasi di Asia,” ujarnya. “Dalam dua tahun ke depan masih bisa mengasah skill. Kalau skill nggak beda jauh. Tapi, fisik jadi PR besar bagi pebalap-pebalap indonesia,” imbuh Abidin. Yamaha Indonesia saat ini tengah menggembleng pebalap-pebalap muda seperti Sigit PD, Imanuel Pratna, dan Galang Hendra. Terlepas dari rencana digelarnya MotoGP di Indonesia, Yamah menargetkan para pebalapnya itu bisa tampil di MotoGP pada tahun 2018. “Selama dua tahun terakhir mereka kami gembleng terus. Kami sediakan latihan di dalam dan luar negeri dengan instruktur mantanmantan pebalap MotoGP. Yang lalu-lalu main langsung kirim ke arena yang lebih tinggi, ya wajar kalau tidak memuaskan,” tuturnya. Timnya belajar dari pebalap Malaysia. Saat masih memakai motor bebek, levelnya di bawah pebalap Indonesia. Tapi, dia dilatih secara profesional di Eropa, kehidupan pribadi diawasi. Itu kita tiru. Bagaimana disiplin menjaga fisik, bukan hanya skill balap, kalau mau berkarier di level yang lebih tinggi. Memang harus mengorbankan kehidupan pribadinya kalau sudah pro. “Tahun 2018 mereka ke MotoGP. Bukan cuma rider, tapi termasuk teknisi dan manajer. Pengalaman kami dengan Doni Tata, kami cuma mengirim pebalap. Itu ada faktor psikologis yang menimbulkan pressure tersendiri karena dia merasa sendiri, bahasa berbeda,” simpulnya.

(Imam/net)