angkahong-(2)

Sebagian Anggota DPRD Kota Bogor mulai terusik dengan menggantungnya proses penyelidikan kasus Jambu Dua oleh Kejari Bogor. Terendus kabar bahwa kasus ini sudah berakhir damai. Benarkah demikian? Pecah kongsi mulai terjadi di DPRD Kota Bogor. Soal penyelidikan kasus Jambu Dua, tak semua anggota dewan, satu suara agar kasus ini digeber hingga tuntas. Kabar bahwa kasus ini bakal berakhir damai alias tak ada yang bakal dikirim ke Lapas Paledang Kota Bogor bukanlah kabar baru. Janggal penyelidikan terendus sejak sepekan terakhir lantaran pemanggilan 40 saksi oleh jaksa penyelidik tak bermuara apa-apa, alias selamat dari jerat status tersangka. Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin, buka suara. Politikus Gerindra itu meminta agar jaksa mengurai benang merah dalam kasus ini. “Kunci dalam kasus ini adalah pemilik tanah yang bersangkutan yakni Angka Widjaya alias Aangkahong. Kejari jangan sampai terindikasi bermain mata dengan pemilik tanah. Jika memang Angkahong beralasan sakit saat pemanggilan penyelidikan, Kejari sedianya meminta surat keterangan sakit,” kata dia. Jenal menambahkan, butuh kehati- hatian dalam mengungkap kasus ini. Menurutnya, tidak mudah menetapkan seseorang menjadi tersangka. Dirinya dan rekan-rekan di dewan mempunyai harapan yang sama untuk mengetahui informasi yang utuh dari Kejari Bogor. Dirinya mengakui bahwa kasus ini memiliki daya tarik yang besar bagi masyarakat Bogor. Oleh karena itu, dia berharap kepada Kejari Bogor untuk melakukan semua sesuai aturan sampai ada bukti yang jelas. “Jika ada yang salah katakan salah, jika ada yang benar jangan di salahsalahkan,” kata dia. Sokongan agar perkara ini dirampungkan juga dilakukan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pentolan Balaikota itu berkirim surat ke Kejari Bogor, kemarin. Bima menilai, Kejari harus lebih sigap dalam menangani kasus yang menjadi sorotan publik. Banyaknya keganjilan dalam perkara ini seharusnya menjadi motivasi bagi penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Sehingga masyarakat percaya akan kredibelitas penegak hukum di wilayah Bogor. “Hari ini saya layangkan surat ke Kejari, saya berharap Kejari bisa lebih optimal dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya, kemarin.

Baca Juga :  Peternak Ayam Petelur di Bogor Babak Belur, Harga Telur Pecah

(Rizky Dewantara)