Untitled-9

BOGOR TODAY– Volume sampah di Kota Bogor setiap hari tertaksir tembus 2.673 kubik. Angka ini hanya bisa diangkut seki­tar 71 persen saja atau sekitar 1.897,83 kubik per hari.

Raut muka Irwan Riyanto siang ke­marin tak sesegar biasanya. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor itu hanya bisa geleng-geleng kepala saat ditanya permasalahan sampah di Kota Bogor.

Kepada BOGOR TODAY, pria berkumis tebal itu mengatakan, saat ini sudah ada TPS 3R yang diplotting di 12 titik. “Kami in­ginnya tambah 16 titik di Kota Bogor. Kota yang maju itu sudah mampu mengelola sampahnya sendiri,” tandasnya.

Baca Juga :  Keberadaan Geng Motor Semakin Meresahkan, Polisi Gandeng Ormas Amati Titik Rawan

Kening Irwan nampak mengkerut saat ditanya soal kemampuan anggaran Pem­kot Bogor dalam penanganan sampah. Ia mengatakan, butuh sekitar Rp500 juta untuk membangun alat dan gedung fasili­tas TPS 3R. “Kita jangan pesimis, contoh untuk 16 titik yang sedang saya kelola. Kota Bogor hanya mendapat APBD satu titik, sisanya saya minta ke Kabupaten dan Provinsi,” akunya.

Kegundahan Irwan berlanjut. Saat dit­anya soal jumlah truk, ia juga geleng-geleng menjawab pertanyaan wartawan koran ini.

DKP hanya memiliki 110 truk sampah, itupun sebagian diantaranya kondisinya tidak layak pakai. “Kondisi truk sampah yang rusak ada 8 unit dan tidak layak ja­lan ada sekitar 40 unit. Jadi optimalisasi truk sampah Kota Bogor saya pikir masih kurang,” terangnya.

Baca Juga :  Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Kunjungi Kampung Labirin

Menurutnya, untuk mencukupi lay­anan pengangkutan sampah di Kota Bogor perlu ada penambahan lagi sebanyak 70 truk. Namun, ia sanksi bisa ada penam­bahan truk karena terbatasnya kemamp­uan APBD. “Ini bukan hanya nambah truk tapi petugasnya juga. Setiap satu truk itu, butuh empat orang petugas,” tutupnya.

(Rizki Dewantara)