IMG_5133

Pembangunan apartemen di Jalan Raya KS Tubun, Kelurahan Cibuluh, Ke­camatan Bogor Utara, disinyalir cacat hukum. Dugaan ini terkait keluhan pihak SMP Bahrul Ulum dan warga Cibu­luh yang merasa tidak memberikan izin persetujuan.

Ketua Komisi Bidang Pendidikan DPRD Kota Bogor, Ujang Sugandi, mengaku prihatin dengan kondisi siswa-siswi SMP Bahrul Ulum. “Ya, kami apresiasi keluhan mereka. Besok ya akan kami sidak. Jika me­mang keabsahannya tidak ada, ya proyek harus dihentikan,” kata dia.

Satu suara, Ketua Dewan Pen­didikan Kota Bogor, Apendi Arsyad, mengatakan lisensi Analisis Menge­nai Dampak Lingkungan (Amdal) ca­cat. Buktinya, kata Apendi, pemban­gunan apartemen tersebut itu sudah banyak membawa dampak negatif untuk para siswa dan siswi sekolah SMP Bahrul Ulum. “Kalau sekolahan tersebut tidak direlokasi ke tempat yang lebih baik dan tidak diberikan kompensasi terhadap sekolahan­nya, maka Amdal yang dipunyai pengembang harus diperiksa. Ban­gunan apartemen disamping seko­lah itu bakal membawa dampak be­sar yang negatif untuk para pelajar,” timpal Dosen Hukum Lingkungan Universitas Djuanda (Unida) Bogor itu.

Baca Juga :  Taman Belajar Saung Aksara Guna Didirikan Dari Sebuah Keprihatinan Terhadap Pendidikan Anak-anak

Kepala Dinas Pendidikan, Ed­gar Suratman, menambahkan agar pembangun menghentikan proyek pembangunan pada saat proses KBM berlangsung. “Yah, pihak pem­bangun seharusnya berhenti saat proses KBM berlangsung kalau anak-anak sekolah sudah selesai kan bisa dilanjutkan kembali,” bebernya.

Baca Juga :  Kendaraan Proyek Bendung Sukamahi Bogor Diduga Rusak Jalan Gadog

Penelusuran BOGOR TODAY menyebutkan, sejumlah siswa mengeluhkan kebisingan akibat bunyi proyek apartemen tersebut. Seorang siswi, BR (14) tidak bisa merasakan indahnya ilmu pendi­dikan di jenjang Smp karena tidak mengerti akan penjelasan yang diberikan oleh gurunya pada saat KBM berlangsung. “Iya Kak, berisik banget pembangunan di sebelah jadi ngga kedengeran pas guru nerangin,” keluhnya.

(Guntur Eko W|Yuska)