Untitled-3

MADRID, Today – Sejak pergantian milenium, Ancelotti adalah korban ke-12 dari tingginya tuntutan untuk tidak henti memberi El Real trofi. Ancelotti resmi diberhentikan dari jabatannya usai di akhir musim gagal mempersembahkan gelar. Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengumumkan pemecatan Carlo Ancelotti, Senin (25/5/2015) kemarin waktu setempat. Ancelotti memang berjasa besar memberi gelar Liga Champions nomor 10 untuk Madrid, gelar yang sudah dinantikan 12 tahun lamanya. Tapi saat dia menuntaskan musim 2014/2015 tanpa trofi, maka tidak ada toleransi buatnya. “Carlo Ancelotti sudah memenangkan hati dari para direksi, saya sendiri, dan fans dan dia tetap bagian dari sejarah kami karena dia sudah memberi kami Decima. Tapi seperti yang kita tahu bahwa di Real Madrid orangorang menuntut yang terbaik dan tuntutan itu sangat kuat sehingga kami akan maju ke depan dengan sebuah perubahan baru,” katanya. Ancelotti menjadi pelatih ke-12 yang turun dari kursi Madrid selepas tahun 2000, entah itu karena dipecat, mengundurkan diri atau sepakat pisah jalan. Beberapa di antara korban pemecatan itu memang gagal memberi trofi, tapi yang lain tetap didepak meski meraih sukses besar. Nama pertama adalah Vicente del Bosque. Di kontrak pada November 1999 dia memberi dua gelar La Liga, dua trofi Liga Champions, serta masing-masing satu Piala Super Eropa, Piala Interkontinental, Piala Super Spanyol. Di musim 2002/2003 Del Bosque ‘cuma’ memberi gelar La Liga, dan hanya sehari setelah menggelar pesta juara dia diputuskan tidak dapat perpanjangan kontrak. Setelah kepergian Del Bosque, Madrid mengalami periode kelam. Dalam empat tahun selanjutnya mereka berganti pelatih sampai tujuh kali. Madrid juga harus menunggu empat tahun untuk kembali menjuarai Liga Spanyol. Carlos Queiroz yang ditunjuk sebagai pengganti Del Bosque hanya memberikan Piala Super Spanyol dan dipecat di akhir musim 2003/2004. Sementara Jose Antonio Camacho yang mengisi kursi kosong pelatih hanya bertahan empat bulan (Mei 2004 sampai 20 September 2004), dia memilih mundur dari posisinya. Manajemen Madrid selanjutnya menunjuk Mariano Garcia Remon sebagai pengganti, yang ternyata cuma dapat kesempatan empat bulan (20 September 2004 sampai 30 Desember 2004). Pelatih asal Brasil, Vanderlei Luxemburgo, kemudian ditunjuk untuk melatih Madrid. Tapi dia juga tidak memenuhi harapan. Tak genap satu tahun jadi pelatih di Santiago Bernabeu dia harus menerima surat pemecatan. Untuk mengisi kekosongan kursi pelatih, Madrid mempromosikan Juan Ramon Lopez Caro dari tim reserve. Penantian Madrid untuk bisa meraja lagi di Spanyol berakhir setelah mereka merekrut Fabio Capello. Namun sama seperti Del Bosque, Capello dipecat usai memberi madrid trofi La Liga. Mengisi daftar pelatih Madrid berikutnya adalah Bernd Schuster. Mempersembahkan gelar La Liga dan Super Spanyol, pria asal Jerman itu cuma bertahan satu setengah musim. Dia diberhentikan pada Desember 2008 dan digantikan Juande Ramos. Juande Ramos, dan Manuel Pellegrini yang kemudian ditunjuk sebagai pengganti, tidak mampu memberi trofi buat Madrid. El Real ketika itu berada di bawah bayang-bayang Barcelona yang sangat dominan bersama Josep Guardiola. Lalu datanglah Jose Mourinho di awal musim 2010/2011. Tiga musim berada di Madrid, pria asal Portugal itu memberi masingmasing satu trofi Liga Spanyol, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol. Mourinho gagal memberi Madrid trofi di musim terakhirnya, dan kedua pihak sepakat berpisah jalan. Di musim panas 2013 Madrid resmi memboyong Carlo Ancelotti. Pria asal Italia itu sukses memberi Madrid dua gelar di musim pertamanya yakni Liga Champions dan Copa del Rey. Itu kemudian dia tambahkan dengan Piala Super Spanyol dan Piala Dunia Antarklub. Namun nol gelar di akhir musim membuat Carletto harus menerima dipecat.