_MG_6699

KELULUSAN bukan hanya ciri selesainya masa pembelajaran di tingkat tertentu, tetapi juga menjadi tanda untuk mempersiapkan diri ke jenjang yang lebih tinggi. Kesiapan itulah yang jadi fokus SMA Negeri 6 Bogor saat melepas para siswanya.

Oleh : RIFKY SETIADI
[email protected]

Suasana penuh kegembiraan dan keharuan mewarnai acara “6raduation 2015”, penglepasan siswa dan siswi SMA Negeri 6 Bogor pada Senin (18/05/2015) lalu di Gedung Braja Mustika, Jl Dr Semeru, Bogor. Berbagai gelaran kreativitas siswa dan siswi ikut mengantarkan rasa syukur para lulusan Tahun Pelajaran 2014/2015. Tahun ini, sekitar 334 siswa dilepas oleh sekolah yang beralamat di jalan Walet No. 13, Tanah Sareal Bogor. Mulai dari paduan suara, solo vokal, band, tari kreasi ‘Adiiyata’ hingga modern dance khas Super Girl SMA Negeri 6 Bogor dihadirkan memeriahkan seremonial ini. Pengalungan medali dan foto bersama para lulusan bagi semua kelas dan jurusan IPA-IPS juga ikut mewarnai indahnya kepergian generasi hebat di tahun ini. Iringan Paduan Suara SMAN 6 Bogor juga ikut mengantarkan para lulusan yang siap menyambut masa depan ini. Tak hanya meluluskan siswa dan siswinya. SMA Negeri 6 Bogor juga sudah memastikan sekitar 64 siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ke berbagai jurusan dan berbagai PTN bergengsi di Indonesia, mulai dari Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Padjadjaran, ITB, IPB, Universitas Diponegoro hingga Universitas Brawijaya dan perguruan tinggi lainnya. “SMA Negeri 6 Bogor berusaha menciptakan generasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman melalui pembelajaran siswa yang kreatif dan berkualitas,” ungkap Drs. Maman Suherman, M.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Bogor. Para siswa dan siswi SMA Negeri 6 Bogor memang siap melanjutkan pendidikannya dan merajut masa depan sesuai dengan pilihannya. Salah satunya diungkapkan oleh Fithria Al-Aghni. Gadis penuh pesona kelahiran Bogor, 26 Juni 1997 ini siap dengan pilihannya sendiri untuk masuk menjadi calon Polwan. “Menjadi Polwan itu tantangan tersendiri. Aku tidak hanya sekedar terlatih untuk disiplin, tetapi juga turut memberi kenyamanan pada masyarakat,” ungkap putri dari Eman Sulaeman dan Badriah ini. Aghni, begitu ia biasa disapa – si cantik yang gemar main basket ini juga menyampaikan kesannya yang tak terlupakan selama di SMA Negeri 6 Bogor. “Sungguh merupakan masa yang tak bisa dilupakan. Guru-guru dan teman-teman yang penuh persahabatan dan kekeluargaan, acara sekolah yang keren-keren, semua menjadi hal yang indah dari sekolah ini,” ungkap wanita yang lulus dari kelas XII IPS 1 itu. Sementara Vina Octaviani, gadis kelahiran Bogor, 1 Oktober 1997 punya pilihan lain. Ia ingin bergerak menjadi seorang duta untuk menanamkan berbagai nilai yang dibutuhkan masyarakat. “Aku tertarik menjadi Miss Indonesia,” ungkap putri dari Heru Roshadiyanto dan Siti Farida Ariani ini. Ia menuturkan, menjadi duta bisa menimba banyak pengalaman, pengetahuan dan wawasan. “Secara akademik, aku mau coba di bidang akuntansi,” ujar perempuan berambut panjang yang lulus dari kelas XII IPS 2 ini. Sementara salah satu siswa terbaik, Ardiansyah yang lulus dari kelas XII IPA 1 merasa bersyukur bisa diterima di Teknik Kimia Universitas Indonesia. Putra dari Sukandar dan Nuryati ini menjadi Juara Umum kelas reguler di jurusan IPA dengan nilai raport 1.297. “Insya Allah. Semua berkat dukungan orangtua dan para guru yang telah mendidik dan mengarahkan saya dengan baik. Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada mereka. Saya ingin berusaha sebaik mungkin,” ujar lelaki kelahiran Bogor, 5 Oktober 1996 ini. Memang, hanya kesungguhan, konsistensi dan kedisiplinanyang mampu mengantarkan generasi baru ini menjadi generasi hebat di masa mendatang dalam menggapai asa dan meraih mimpi.