Untitled-14

BOGOR, TODAY– Sineas film Indonesia, Ratna Sarumpaet mengkritik kualitas film Indo­nesia yang menurutnya tidak mendidik.

 

Ia menilai ongkos produksi kian mahal dan pajak perfil­man sebesar 10 persen sering bertolak belakang dengan hasil pendapatan dari penonton.

 

“Kebanyakan yang bikin film aneh-aneh itu muncul karena tidak adanya dana untuk mem­buat film yang berkualitas dan mendidik. Jadi mereka men­gakali ongkos produksi dengan menurunkan kualitas film,” ujar Ratna saat menjadi pembi­cara dalam Literasi Media, Sen­sor dan Klarifikasi Film Seni dan Budaya di Cibinong, Kamis (28/5/2015).

Baca Juga :  19 Bangunan Liar Tempat Hiburan Malam di Kemang Diratakan Satpol PP

 

Ibunda dari aktris cantik Atiqah Hasiholan itu men­gatakan, kualitas film Indone­sia bisa terdongkrak naik jika saja pemerintah bisa mem­berikan subsidi pajak sebesar 5 persen perfilman Indonesia.

 

“Kalau disubsidi lima pers­en saja oleh pemerintah, saya yakin kualitas film kita tidak ka­lah dengan dengan Hollywood. Minimal dari cara penyajian­nya,” ujar wanita yang juga merupakan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu.

Baca Juga :  Sabu Seberat 300 Gram yang Terbungkus 2 Plastik Besar Disita Dari Pengendara Motor

 

Saat ini, menurutnya film-film Indonesia masih kalah animo penontonnya dengan film impor yang kini menjamur di bioskop seluruh Indonesia. “Indonesia ini baru dalam uru­san membuat fil berkualitas bagus. Jadi dimaklumi saja, ini sudah lumayan kok,” ujarnya.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua