alfian mujani

SUATU hari, serombongan orang sedang naik perahu bersama Bahlul. Ada orang yang takut sekali naik perahu dan menjerit-jerit sepanjang perjalanan laut itu. Penumpang yang lain risih dan tak tahu bagaimana menghentikan jeritan itu. Mereka pasrah kepada Bahlul, manusia unik yang kecerdasannya sulit diduga itu. Bahlul tanpa bicara melemparkan orang itu ke laut. Orang itu teriak minta tolong dan akhirnya ditolong dinaikkan kembali ke perahu itu. Orang yang biasanya menjerit itu duduk di pojok perahu dengan diam membisu. ‘’Hai Bahlul, mengapa orang itu sekarang diam membisu,’’ tanya para penumpang kepada Bahlul. “Sekarang dia tahu bahwa duduk di dalam perahu lebih enak dibandingkan kecebur dan berenang di lautan,’’ jawab Bahlul. Tetap bersyukur dalam keadaan sulit memang tak mudah. Jarang orang bisa melakukannya. Itu sebabnya, Muhammad Rasulullah merasa perlu memberikan panduan kepada umatnya tentang cara melihat masalah dunia. ‘’Lihatlah yang ada di bawah mu, jangan lihat yang ada di atas mu,’’ kata Rasulullah. Belajarlah melihat yang lebih susah dan gak enak sebelum bertemu Bahlul.