ismet-ali-1

Dalam diskusi dengan sekumpulan manager “ golden ages” (pemimpin level 2) yang akan menggantikan pimpinan puncak, saya menemukan sebagian besar mereka jarang mendapatkan perhatian dari pemimpinya. Mereka merasa hanya sebagai pelengkap penderita pimpinannya dalam mencapai target pekerjaan (Key Performance Indicator). Keadaan ini ternyata juga sangat sering terjadi di kantor dinas pada lingkungan pemerintah daerah (pemda). Bawahan hanya alat pemimpin mencapai kepentingannya. Sejatinya yang bisa mempengaruhi itu hanya atasan. Sedangkan bawahan hanya penerima pengaruh. Keterampilan dan perilaku yang mampu menghasilkan pengaruh kepada pimpinan memang sulit didefinisikan, karena sangat berkaitan dengan bahasa, gerak tubuh dan komunikasi non verbal yang dihasilkan manajer tersebut. Guna mengatasi ketidakmampuan mempengaruhi, maka manajer dapat melakukan perbaiki dalam 3 hal. (1) Mempengaruhi secara langsung. (2). Mengarahkan orang lain. (3) Mempengaruhi kelompok manajer dan sistem operasional yang ada. Mempengaruhi langsung dapat dilakukan dengan kepribadian asertif yaitu menampilkan kualitas diri dengan mengetahui secara baik dan benar apa yang di rasakan dan inginkan. Mengambil tindakan untuk menyatakan pandangan dan pemahamannya sebagai bagian dari kepentingan pekerjaan pemimpinya. Selanjutnya bereaksilah positif dengan pemimpin pada keputusan akhir. Mengarahkan orang lain dengan komitmen dan cukup kompetensi dalam pekerjaan tertentu. Sehingga pada setiap penugasan, manajer level 2 bisa berkontribusi mengarahkan orang lain. Cara mengarahkannya dapat langsung ataupun tidak langsung. Baik untuk mengatasi kelemahan maupun menambah kekuatan pihak lain agar bekerja lebih efektif dan efisien. Manajer bawahan juga perlu mempengaruhi kelompok manajer setingkat dan sistem operasional yang ada. Manajer marketing perlu mempengaruhi kelompok manajer produksi, bahwa konsistensi kualitas bagi pelanggan itu penting. Selanjutnya mempengaruhi betapa penting efektivitas dan efisiensi anggaran bagi kelangsungan hidup perusahaan. Caranya bisa ditempuh dengan pertemuan berkala mengevaluasi antara target dan pencapaian. Ketika manajer mampu mempengaruhi, maka hal itu akan menggambarkan bahwa ia mampu memanajemeni dirinya. (*)

Baca Juga :  SHMI Lakukan Kegiatan Hotel Tour di Hotel Grand Savero Bogor