Untitled-2

BANDUNG, Today – Koreksi maupun evaluasi permainan Persib Bandung selama berlaga dalam dua pertandingan international terakhir melawan Ayeyawady United (AFC Cup) dan Selangor FA (pertandingan persahabatan) ternyata dibantu oleh regu match analysis. Match analysis tersebut terdiri dari para pelatih yang sedang melakukan kursus kepelatihan Lisensi B AFC di Sawangan, Depok. Emral Abus, pelatih Persib di AFC Cup sekaligus instruktur dari kursus kepelatihan itu, mengungkapkan hasil match analysis telah disampaikan kepada tim berjuluk Maung Bandung. Terdapat kelemahan dan kelebihan untuk strategi yang dijalankan Atep dan kolega. “Semua mulai dari pertandingan lawan Ayeyawady United, kita dibantu oleh tim analysis, hasilnya sudah disampaikan kepada tim bagaimana kelemahan tim kita dan kelebihannya,” tutur Emral saat konfrensi Pers di Graha Persib, Jalan Sulanjana Bandung, Selasa (26/5). Adalah masalah konsentrasi yang harus dievaluasi anak asuh Emral Abus. Ia pun sudah menginstruksikan Ahmad Jufriyanto dkk agar selalu dalam keadaan awas sepanjang pertandingan. Berdasarkan statistik, diketahui dalam dua pertandingan Persib selalu unggul lebih dulu, namun kembali disamakan oleh tim lawan. “Masalah konsentrasi. Setelah kita cetak gol kadang kita lupa bahwa lawan akan segera mungkin untuk membalas gol. Ini harus segera mungkin ketika kita kalah kehilangan bola segera konsen bertahan,” ujar Emral. Berdasarkan segala masukan dari tim match analysis, Emral sudah mencoba mengevaluasinya saat latihan. Pelatih berdarah Minang ini berharap agar anak asuhnya bisa bermain terbuka dan tidak mengulang kesalahan yang sama seperti di dua pertandingan terakhir melawan tim internationasl. “Kita sudah evalusi semuanya, dan dibantu juga dengan analisis yang dibawa oleh pelatih fisik Yaya Sunarya. Saya berharap besok anak-anak bermain terbuka, lawan juga punya antisipasi, bermain pintar, serta bisa mengubah permainan saat buntu dan tertekan,” terangnya. Ditambahkan, Pelatih Djadjang Nurdjaman jika pada babak 16 besar Piala AFC 2015 ini Persib akan mendapat tekanan, sebab kualitas Kitchee SC berada dilevel lebih tinggi ketimbang babak penyisihan grup lalu. “Kali ini memang ada tekanan karena memang lawan yang kita hadapi jauh lebih baik dari tim sebelumnya di fase grup,” kata Djadjang usai memimpin latihan di Lapangan Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Selasa (26/5). Djanur, sapaan karibnya, memaparkan jika peta kekuatan Kitchee SC dari segi teknis permainan hingga jam terbang di Piala AFC lebih unggul daripada tiga pesaing Persib di Grup H, yakni Ayeyawady United, New Radiant dan Lao Toyota FC. Oleh karenanya Djanur menegaskan kepada Atep dkk agar lebih meningkatkan konsentrasi saat melakoni pertandingan. Sebab, kata dia, dari data statistik saja kontestan asal Hongkong tersebut manunjukkan rekam jejak lebih baik di turnamen sekunder antar klub se-Asia ini. “Saya sudah sampaikan bahwa kita harus konsen dan lebih fokus lagi karena lawan yang di hadapi punya statistik yang bagus, mereka juga kemarin menjadi semi finalis di AFC artinya mereka punya kekuatan dan pengalaman,” bebernya. Secara teknis, Djanur melihat kolektivitas permainan Kitchee SC sangat apik dalam memainkan bola. Hal itu menurutnya juga ditunjang dengan materi pemain yang memiliki kemampuan individu mumpuni. “Mereka mempunyai kerja sama tim dan pemain yang bagus,” tegasnya. Djanur yakin jika sepuluh pemain lokal dan seorang legiun asing Persib mampu menundukan Kitche SC, yang banyak dihuni oleh pemain naturalisasi serta penggawa impor. Sebab, ini bukan kali pertama Persib hanya memainkan seorang pemain asing saja. “Dengan materi yang kita miliki saat ini saya tidak khawatir dengan kekuatan tim yang ada, walaupun mayoritas pemain kita hanya pemain lokal,” urainya. Persib yang hanya mendaftarkan Makan Konate dan Vladimir Vujovic sebagai pemain asing ke AFC, kini terpaksa kehilangan Vujovic lantaran terkena akumulasi kartu kuning. Namun, Djanur percaya jika Abdul Rahman mampu berduet dengan baik bersama Achmad Jufriyanto di lini bel a k a n g M a u n g Bandung. Sementara itu,Wakil Hongkong di kompetisi AFC Cup 2015, Kitchee SC, sudah siap menguji kekuatan Maung Bandung di babak 16 besar. Mereka tiba dan disambut dengan cuaca yang cukup panas. Kondisi itu diakui oleh sang arsitek, Jose Molina, cukup mengganggu. Namun dia memastikan anak asuhnya tidak akan membiarkan Persib meraih kemenangan. Karena di fase knockout setiap kesalahan akan menghukum mereka. “Tentu persiapan kami lakukan sejak dari group stage, di sana ada enam pertandingan. Tapi sekarang ada perbedaan, tidak boleh melakukan kesalahan, satu kesalahan saja fatal,” ujarnya dalam jumpa pers di Graha Persib, Selasa (26/5). Menurut pelatih asal Spanyol itu, tim yang akan dihadapinya itu merupakan tim yang tangguh. Karena pemain Persib, terlebih para pemain depannya, mempunyai kecepatan. Molina pun enggan menyorot satu pemain Maung Bandung yang dianggap berbahaya. Karena skuat besutan Emral Abus itu lebih mengerikan ketika bermain sebagai tim. “Tapi saya tidak mau bicara satu pemain, yang terpenting adalah tim. Kita berharap bisa mengejutkan Persib besok,” ujarnya. Kitchee sendiri di musim lalu sukses menembus babak semifinal AFC Cup 2014. Eks penjaga gawang Deportivo La Coruna itu pun mengakui bahwa musim lalu menjadi musim terbaik klub dengan julukan Barcelona dari Hongkong tersebut. Namun dia yakin di musim ini pun akan mampu menorehkan prestasi yang sama seperti tahun lalu. “Tahun lalu kami main bagus di AFC, momen terbaik bagi tim di tahun lalu. Tetapi tahun ini kami tetap memainkan permainan bagus. Percaya diri dan yakin karena kami datang untuk menang besok,” tutupnya. Dalam menjamu Persib, Kitchee SC memboyong 18 pemain ke Bandung untuk menghadapi Persib pada laga 16 Besar Piala AFC 2015. Dari 18 pemain tersebut empat di antaranya bukan merupakan pemain berkebangsaan Hongkong atau pemain asing. “Kita datang ke Bandung membawa 18 pemain, dengan tiga pemain asing asal Spanyol dan satu pemain asal Korea Selatan,” kata Media Officer Kitchee SC, Simon saat tiba di Bandung, Senin (25/5/2015). Simon mengaku sejauh ini timnya tidak mendapat kendala tentang imigrasi. Ia yakin tidak akan ada masalah dengan visa untuk empat pemain asing Kitchee karena masalah imigrasi sudah diurus pihak Persib. “Sejauh ini tidak ada masalah. Mudah-mudahan saja semuanya lancar,” ucapnya.

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

(Imam/net)