JAKARTA TODAY – Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan kendala utama dalam pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) adalah masalah pembebasan lahan. Padahal tenggat waktu yang ditentukan untuk pembebasan lahan jatuh pada Desember 2013. “Kalau mau ngomong lahan sudah kelewat jauh, harusnya 2008 sudah dibereskan. Kalau menunggu semua bebas 100 persen, sampai hari ini belum bisa mulai,” kata Dono saat ditemui usai peninjauan lapangan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Wisma Nusantara, Minggu(24/5/2015). gung jawab pembebasan lahan ada di pemerintah provinsi. Untuk itu MRT Jakarta masih terus berkoordinasi terkait masalah lahan. “Kami sekarang tetap bekerja walaupun lahan belum dibebaskan semua. Kami mengoptimalkan pada lahan yang sudah bisa digarap,” ujar Direktur Kontsruksi PT MRT Jakarta, Muhamad Nasyir. Meski masih mengoptimalkan lahan garapan yang ada, pihak MRT tetap berkoordinasi tentang tenggat terkait pembebasan lahan karena mereka sudah memunyai jadwal mengingat target pembangunan yang harus selesai pada 2018. “Kami koordinasi. Titik ini tidak boleh sampai bulan ini, titik ini tidak boleh sampai bulan ini. Kalau ini sampai lebih proyek akan berhenti. Jadi kami sudah ada pendalaman skala prioritas,” kata Nasyir. Dalam paparan yang disampaikan kepada Wagub DKI Jakarta, Dono menyampaikan ada beberapa lahan yang masih terkendala pembebasan. Misalnya saja lahan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. “Di terminal, sementara ada beberapa tanah warga. Kami juga akan merelokasi masjid di sana, yang dibangun Dinas Perhubungan. Kami menunggu pembebasan agar wilayah kerja lebih luas,” tutur Dono. Selain itu, MRT juga menunggu pembongkaran Stadion Lebak Bulus untuk melancarkan proyek mereka. Stadion tersebut sudah berkali-kali dilelang namun tetap gagal. Mereka juga masih menunggu pembebasan lahan di sekitar area Stasiun Lebak Bulus di area Jalan Pasar Jumat, Jalan Fatmawati dan Jalan TB. Simatupang, Jalan Haji Nawi, dan Jalan Cipete Raya. “(Jalan) Haji Nawi banyak yang belum dibebaskan,” ujar Dono.

Baca Juga :  Serem di Cirebon Ada Museum Santet

(Yuska Apitya/cnn)