Foto-HL-Falakiyah

HASIL pembelajaran tahfizh Qur’an di SMP Tahfizh Qur’an Al Falakiyah, Pagentongan, Bogor dihadirkan di depan orangtua dan wali. Publik diperbolehkan menguji dan mengukur kemampuan para siswa di akhir tahap pembelajaran ini.

Oleh : RIFKY SETIADI
[email protected]

Ungkapan s y u k u r h a s i l p r o s e s pembelajaran hafalan Al-Qur’an selama pembelajaran 2014/2015 di SMP Tahfizh Qur’an Al-Falakiyah digelar dalam acara puncak Tasyakkur Khatmil Qur’an di sekolah tersebut, Jl. Kyai Falak Pagentongan, No.1, Loji, Kota Bogor. Acara tasyakur dari Islamic Boarding School dengan Program 30 juzz ini dihadiri oleh pembicara Prof. Dr. Ummu Salamah, MS, Guru Besar Universitas Pasundan yang juga menantu dari KH. Tb. Falak Abas dan Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Acara istimewa yang berlangsung pada Minggu (24/05/2015), kemarin, juga dihadiri oleh Wakil Walikota Bogor, Ir.H.Usmar Hariman, para ulama, ustadz dan keluarga besar dari murid pesantren ternama di Bogor Barat ini. Acara diawali dengan demonstrasi santri junior, demonstrasi qiroati tajwid dan gharib serta ujian terbuka atau imtihan, hafalan hadist, hafalan Qur’an bil Ghaib dan prosesi wisuda. Enam santri penghafal Alqur’an yaitu Siti Rahmah dengan masa menghafal 14 bulan, Yanti Novalia (15 bulan), Inas Taqiyatul Husna (16 bulan), M. Adib Saifullah (20 bulan), Lutfi Ambari (27 bulan) dan M. Alwi Husaini (28 bulan) dihadirkan dan dinyatakan lulus uji sebagai penghafal 30 juzz dab ratusan hadist. Prestasi luar biasa ini disikapi dengan rasa syukur keluarga besar Al-Falakiyah. “Tradisi tasyakkur ini juga merupakan kesempatan silaturahmi antara keluarga besar Falakiyah dengan orangtua dan wali murid, yang selama ini anaknya dititipkan dalam Islamic Boarding School program 30 juzz,” ujar Tb. Asep Zulfiqor, pengasuh Al-Falakiyah. Kepala Sekolah SMP Tahfizh Qur’an, Zainal Abidin, SH menuturkan kegiatan ini merupakan penguatan visi sekolah sebagai lembaga pendidikan tahfizh Qur’an yang membentuk pribadi hamalatul Qur’an, berkarakter akhlakul karimah dan berwawasan kebangsaan. “Kegiatan ini juga menjadi apresiasi dan motivasi bagi siswa untuk terus belajar dan mengejar target hafalan Qur’an, 300 hadist seputar aqidah, akhlak dan hukum dan membekali mereka dengan kemampuan berbahasa internasional, terampil dan hidup dengan wawasan kebangsaan,” paparnya. Zainal juga menuturkan acara ini merupakan rangkaian penutup setelah sebelumnya 150 siswa tampil membawakan hafalan Al- Qur’an di 20 panggung yang tersebar di beberapa titik di sekitar Al-Falakiyah. Rangkaian acara diawali dengan khotmil Qur’an bil ghoib, bagi santri yang telah selesai menghatamkan hafalannya. Selain itu juga diwarnai dengan kunjungan ke Wakil Walikota Bogor, Ir.H.Usmar Hariman pada Selasa (19/05/2015) lalu. “Para siswa sangat bergembira saat diajak bertemu pejabat tinggi di Kota Bogor ini,” tutur Zainal. Usmar menyampaikan apresiasi dan salut yang luar biasa atas keberhasilan SMP Tahfizh Qur’an Al-Falakiyah dalam mencetak dan mendorong generasi Qur’ani. “Ini pencapaian hasil yang luar biasa. Di usia muda mereka bisa menghafal 30 juzz dan ratusan hadist,” ujar Usmar. Dia juga berjanji untuk bersinergi melahirkan generasi berakhlakul kharimah. “Kita akan terus bersinergi dengan dunia pendidikan untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang handal dan berakhlakul karimah, sekaligus juga akan terus memfasilitasi perkembangan pendidikan,” ujar Wakil Walikota Bogor itu. Siti Rahmah, salah satu penghafal Al-Quram termuda kelahiran Bogor, 27 Januari 2001 merasa senang tak terkirakan saat bertemu Usmar. “Saya senang sekali bisa bertemu langsung dengan Wakil Walikota, sekaligus diberikan izin untuk berfoto bersama beliau dan duduk di kursi kerjanya,” ungkap putri dari Suryanto dan Yuniarti yang bercita-cita menjadi guru itu. Di acara puncak, Prof. Dr. Ummu Salamah menekankan pentingnya pendidikan karakter yang menarah pada pembentukan akhlakul kharimah. Sementara Prof. Dr. KH. Ali Mustofa, MA dengan menarik me- maparkan nilai seputar arah pendidikan hafalan Al-Qur’an. “Hafal Qura’n, paham artinya, itu yang paling top. Karenanya, jangan berhenti s e te l a h hafal. Lanjutkan untuk memahami Al- Q u r a n . Hafal, paham, mengamalkan, itu y a n g terbagus,” tandasnya. Ia juga menegaskan agar generasi Qur’ani jangan tergelincir. “Karena itu, jangan wariskan bacaan yang salah, jangan wariskan paham yang salah,” tambahnya