JAKARTA, Today – Indonesia, yang sedang menghadapi kemungkinan skors FIFA karena keterlibatan pemerintah, harus memainkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia melawan Irak tanpa kehadiran penonton, dan pertandingan kandang mereka melawan Thailand di arena netral. Keputusan ini diambil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah insiden penonton pada dua pertandingan timnas U-23 pada Maret, saat melawan Timor Leste dan Korea Selatan di Jakarta. AFC juga memberikan denda kepada Indonesia sebesar 20.000 dolar AS dan diperingatkan bahwa sanksi-sanksi yang lebih berat dapat dijatuhkan jika insiden-insiden itu terulang. Timnas sendiri dijadwalkan menjamu Irak pada 16 Juni setelah mereka memulai kualifikasi di Taiwan pada 11 Juni. Namun apakah Indonesia akan diizinkan berkompetisi di kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 masih menjadi pertanyaan besar, di mana liga domestiknya sedang terhenti setelah musim kompetisi dibatalkan, menyusul konflik antara pemerintah lokal dan PSSI. Kedua kubu diberi waktu sampai Jumat (29/5) untuk mencari titik temu dari permasalahan yang ada. Direktur Teknik PSSI Peter Huistra mengatakan, skorsing akan memberi pukulan berat, sementara dan perselisihan dengan pemerintah telah merusak pekerjaannya. “Itu akan sangat merusak. Malang bagi kami, menteri ikut campur ke dalamnya dan kelihatannya mereka membunuh semua inisiatif yang kami upayakan,” kata mantan pemain sayap Belanda dan Ajax Amsterdam itu kepada BBC World Football.

Baca Juga :  Gibas Sukses Gelar Pertandingan Muaythai, Wakil Walikota : Ganti Tauran Dengan Prestasi

(Imam/net)