foto-1

Berakhirnya Premier League 2014/2015 ditandai dengan sebuah catatan, bahwa itu adalah musim yang dramatis dengan banyaknya gol di penghujung laga

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Ada total 975 gol tercipta sepanjang kampanye, juga diwarnai kemenangan be­sar dan skor mencolok. Berikut adalah catatan soal gol di Liga Inggris musim ini.

Chelsea sukses merengkuh gelar juara Liga Inggris musim ini setelah finis teratas dengan nilai 87 dari 38 pekan. Mereka meraih 26 kemenan­gan dan sembilan hasil imbang, hanya kalah tiga kali sepanjang per­jalanan.

Namun bicara soal gol, bukan Chelsea yang paling getol menjebol gawang lawan. Adalah Manches­ter City, yang finis runner-up, yang punya catatan terbaik dengan 83 gol. Chelsea sendiri duduk di uru­tan dua dengan selisih 10 gol. Di sisi lain, anak asuh Jose Mourinho merupakan tim yang paling sedikit kebobolan dengan hanya kemasu­kan 32 kali.

Bicara soal gol, Southampton adalah tim yang mencatatkan ke­menangan dengan gol kandang ter­banyak musim ini dengan menak­lukkan Sunderland 8-0. Skor ini juga sekaligus jadi kemenangan dengan margin terbesar musim ini.

Sementara kemenangan den­gan gol tandang terbesar dicatatkan Chelsea kala menundukkan Everton 6-3. Skor ini kebetulan juga terekam sebagai laga dengan jumlah gol ter­banyak musim ini.

Secara keseluruhan ada total 975 gol yang tercipta sepanjang musim ini. Sebagai catatan, jumlah ini turun dari musim lalu yang men­capai angka 1.052 gol sebagaimana dicatat BBC.

Dari 975 gol yang tercetak musim ini, ada 33 di antaranya yang merupakan gol bunuh diri. 10 kali hat-trick tercatat dan tiga pe­nyerang berhasil tembus angka 20 gol. Mereka adalah Sergio Aguero (26 gol), Harry Kane (21), dan Diego Costa (20).

Jika dibandingkan, musim lalu ada 49 gol bunuh diri dan hanya delapan hat-trick yang tercipta. Me­nariknya meski musim lalu jumlah gol totalnya (1.052) lebih banyak, namun jumlah clean sheet-nya juga lebih banyak yakni 232 berbanding 224 musim ini.

Dikomparasikan dengan liga-li­ga lain, jumlah 975 gol dari 380 laga musim ini relatif rendah. La Liga dan Ligue 1 yang sama-sama sudah menuntaskan 380 pertandingan masing-masing membuat 1.009 dan 947 gol secara berurutan. Memang masih lebih baik daripada Ligue 1, namun dengan asumsi lebih ban­yak pemain berkualitas di Premier League, selisih 28 gol terasa kurang mencerminkan perbedaan popular­itas yang timpang antara kedua liga.

Bahkan jika dibandingkan den­gan Serie A yang tim-timnya dikenal punya pendekatan lebih defensif, jumlah gol Premier League tampak kurang menggugah. Serie A yang baru memainkan 370 laga –masih ada satu pekan tersisa– total sudah membuat 971 gol alias hanya berja­rak empat gol saat ini.

Sedangkan Bundesliga punya total 843 gol dari 306 pertandin­gan. Sekilas Premier League tam­pak masih lebih superior, tapi tunggu dulu. Hitung-hitungan menunjukkan Bundesliga masih lebih produktif.

Selisih gol keduanya adalah 132 gol, namun Bundesliga punya 74 pertandingan lebih sedikit. Sean­dainya Bundesliga punya jumlah pertandingan yang sama dengan Premier League, maka mereka bu­tuh mencetak rata-rata 1,8 gol agar total golnya setidaknya sama. Pada­hal musim ini, mereka punya rata-rata 2,75 gol per pertandingan yang artinya tak sulit mengungguli jum­lah gol Liga Inggris.

Bagaimanapun, perbandingan ini tak serta merta berarti Premier League tak lebih baik dari liga-liga top Eropa lainnya. Jumlah gol yang minim juga bisa disimpulkan seb­agai sebuah tanda bahwa liga ini punya persaingan lebih ketat an­tar tim.