HL---Adil

Musorkablub Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor akhirnya bakal digelar. Sedianya, agenda luar biasa KONI Kabupaten Bogor tersebut bakal digelar di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Kamis (28/5/2015) mendatang. Sebelumnya, penyelenggaraan Musorkablub masih menunggu selesainya proses boyongan KONI Kabupaten Bogor dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor ke kantor baru yang berada di lantai dua Stadion Pakansari. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) KONI Kabupaten Bogor, Rusdi AS mengatakan dengan kepindahan tersebut maka kinerja KONI Kabupaten Bogor dan Dispora Kabupaten Bogor bisa melakukan kerja-kerja organisasi lebih cepat dan efisien. Serta persiapan Musorkablub bisa segera digarap. “Kita sebentar lagi akan mempunyai hajat besar sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat (Porda Jabar) XIII/2018. Salah satu venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 juga ada yang bertempat di Kabupaten Bogor. Jadi perlu persiapan matang,” ujarnya. “Untuk bisa menggarap hajat besar itu dengan baik, butuh kantor sebagai tempat kerja yang representatif. Dengan kepindahan ini, KONI dan Dispora bisa mendapatkan kantor yang nyaman dan diharapkan bisa berdampak positif bagi dunia olahraga Kabupaten Bogor,” lanjutnya. Musorkablub untuk memilih pucuk pimpinan tertinggi KONI Kabupaten Bogor menjadi tumpuan harapan bagi cabang olahraga (cabor) yang bernaung di bawahnya. Salah satunya Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Bogor. Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) POBSI Kabupaten Bogor, Agus Frianto mengatakan bahwa kabinet baru KONI Kabupaten Bogor hasil bentukan Musorkablub ke depan harus bisa fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan tidak belak-belok. “Ketua Umum (Ketum) KONI jangan asal tunjuk orang saja jadi pengurus, harus orang yang paham betul dunia olehraga,” tegasnya. Suara lainnya datang dari Asosiasi Cabang (Ascab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Bogor. Pengurus Ascab PSSI Kabupaten Bogor, Yudi Agus Sholeh menegaskan bahwa KONI hendaknya lebih supervisi dalam mengurus cabor. “Semua harus jujur, pengurus KONI kelihatan fokus kerjanya ketika ada event seperti Porda Jabar. Mereka sibuk meminta data atlet, data pelatih, dan target medali,” tukasnya. Yudi menuntut adanya peran lebih dari KONI Kabupaten Bogor dalam menjalankan fungsi pembinaan ke setiap cabor. “Selama ini, KONI hanya bekerja jika ada event saja. Jarang sekali bidang-bidang mau terjun memantau pembinaan, dan program latihan yang dilakukan tiap cabang olahraga. Saya berharap, ketua terpilih nantinya mempunyai program dengan mengedepankan pembinaan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Atlet Kabupaten Bogor Kembali Sumbang 29 Medali Emas di PON XX Papua

(Adilla Prasetyo Wibowo)