Untitled-3

BOGOR TODAY– Pembahasan kelanjutan masalah sengkarut megaproyek optimalisasi termi­nal Baranangsiang yang dilaku­kan Tim Ahli Bangunan Gedung (ABG), TP4, sejumlah SKPD dan pihak ketiga PT. PGI kem­bali menggantung. Rapat perte­muan tertutup digelar kembali di ruang rapat Dinas Wasbang­kim Kota Bogor, kemarin.

Salah satu tim ABG, Taufik Kasuna mengatakan, perte­muan yang dilakukan untuk menganalisa dan mempelajari berbagai hal soal masalah op­timalisasi Terminal Baranang­siang, baik dari sisi teknis maupun dari sisi adminis­trasi. Untuk kesimpulan se­cara menyeluruh belum bisa dibeberkan, tetapi sejumlah temuan-temuan hasil kinerja tim sudah bisa ada. Salah satu­nya adalah temuan terkait do­kumen lelang antara Pemkot Bogor dan pihak ketiga pada tahun 2012 lalu. Dalam doku­men tersebut terbukti dan dijelaskan bahwa optimalisasi terminal Baranangsiang ter­tulis ada bangunan hotel dan mall. Artinya adalah, rencana pembangunan hotel dan mall pada terminal Baranangsiang itu memang sudah sesuai den­gan hasil dari dokumen lelang kerjasama antara Pemkot Bo­gor dengan pihak ketiga. “Jadi pihak ketiga PT. PGI memiliki kekuatan secara hokum terkait rencana pembangunan hotel dan mall di terminal Baranang­siang. Kekuatan itu dibuktikan dengan adanya dokumen le­lang pada tahun 2012 lalu, di­mana tertulis dalam dokumen bahwa ada bangunan hotel dan mall dalam optimalisasi termi­nal Baranangsiang. Otomatis soal bangunan hotel dan mall di terminal Baranangsiang itu tidak bisa ditolak ataupun di­batalkan, karena kuat secara hukum,” ungkap Taufik.

Baca Juga :  Hotel THE 1O1 Bogor Suryakancana Tawarkan Menu rumahan

Pertemuan intensif antara dinas instansi terkait, tim ABG dan pihak ketiga adalah untuk emncari data-0data dan meru­muskan kajian-kajian serta me­nampung semua masukan dari para ahli tim. Dalam tim ABG terdapat para ahli diantaranya, ahli bangunan, ahli gedung, ahli social budaya, ahli arsitek, ahli perencanaan, ahli tata ruang dan lainnya. Tim ABG juga tidak akan ikut campur soal masalah kerjasama MoU antara Pemkot Bogor dan PT. PGI, karena ber­dasarkan rapat kordinasi den­gan sejumlah dinas, tim ABG diberikan kewenangan untuk menganalisa dan mengkaji soal masalah optimalisasi terminal Baranangsiang ini. “Kesimpu­lan sementara dalam proses administrasi secara keseluru­han prosesnya sudah dijalan­kan sesuai posedur oleh pihak ketiga, tinggal masalah rencana pembangunan fisik bangunan­nya saja. Terkait soal ketinggian dan kawasan bisnis di sekitar terminal, itu yang akan menjadi konsentrasi tim bekerja dalam melakukan kajian-kajian, baik kajian teknis maupun admin­istrasi. Jadi semua hasil kinerja tim akan diserahkan kepada Walikota untuk menjadi bahan dalam menentukan arah kebi­jakan dalam penyelesaian op­timalisasi terminal Baranang­siang,” jelas Taufik sebagai perwakilan ahli social budaya dalam tim ABG.

Baca Juga :  Akhir Pekan ini Bogor Diperkirakan Dilanda Cuaca Ekstrem, BMKG Ungkap Penyebabnya

Sementara, corporate secre­tary PT. PGI, Firman Dwinanto berharap hanya ingin penyem­purnaan terkait rencana pem­bangunan optimalisasi terminal Baranagsiang, dan tidak perlu dilakukan perubahan-peruba­han mendasar, karena pada intinya sejumlah permasalahan sudah terselesaikan, seperti masalah social, kerjasama mau­pun lainnya. “Kita berharap melalui pertemuan ini memba­has soal penyempurnaan revisi desain ketiga yang sudah diser­ahkan pada bulan November 2014 lalu. Dalam pertemuan ini kami juga membawa tim arsitek dan mempresentasikan bagaimana desain pembangu­nan terminal dan kawasan pem­bangunan dan jasa di terminal Baranangsiang,” kata Firman.

Tim yang dibawa PT. PGI juga siap mempresentasikan menyangkut hal hal teknis, struktur, arsitektur, mekani­cal electrical, namun dalam rapat yang digelar, tim ABG masih membahas soal soal lain, seperti masalah social, asal usul, kerjasama, lalulintas dan masalah teknis lainnya. “Kami menginginkan bahwa pemba­hasan fokus kepada masalah bangunan, tidak perlu melebar kemana-mana, karena masalah sosial dan asal usul sudah terse­lesaikan.

(Yuska Apitya Aji)