DSC_0619

Keberhasilan Persikabo menundukkan tim Garuda All Star yang bermaterikan pemain-pemain kelas Indonesian Super League (ISL) yang turun di QNB League membawa secercah harapan bagi tim berjuluk Laskar Pajajaran dalam mengarungi kompetisi Divisi Utama musim depan. Hal tersebut diungkapkan oleh Pelatih Persikabo, Abdush Sobur. Sobur meyakini bahwa bila kompetisi Divisi Utama kembali digelar, maka Persikabo bakal melakoni jalan yang mulus menuju tangga juara. Sesuai dengan terget yang dipatok oleh manajemen di awal pembentukan tim. “Dengan disiplin yang tinggi, hasil yang didapatkan luar biasa. Skuat yang kami miliki saat ini semuanya masih muda dan asli putra daerah. Namun ketika bermain dengan para pemain yang levelnya di atas. Mereka bisa menunjukkan kualitas dengan baik, bahkan mengalahkan tim Garuda All Star yang bertabur bintang,” katanya kepada BOGOR TODAY, Minggu (24/5/2015). Tim pelatih Persikabo membentuk tim yang bermaterikan pemain lokal dengan kisaran umur di bawah 22 tahun dengan pola permainan tiki-taka yang mengandalkan operan-operan pendek. Pola ini terbukti cocok dan ampuh membuat para pemain bertahan lawan kerepotan. “Bahkan beberapa kali Gunawan Dwi Cahyo gagal menghadang,” akunya. Lebih lanjut Sobur menegaskan bahwa hasil yang dicapai oleh Persikabo saat ini tidak lepas dari disiplin tinggi yang diterapkan oleh tim pelatih dalam menu latihan harian yang dilakoni oleh para punggawa muda Laskar Pajajaran. “Kalau mereka terus bermain seperti ini, saya optimis Divisi Utama bisa dalam genggaman,” tukasnya. Butuh Uluran Tangan Sobur pun menegaskan bahwa kondisi Persikabo saat ini membutuhkan sentuhan dari para pihak yang mampu dan mau memperhatikan nasib Persikabo. Sehingga Laskar Pajajaran bisa mengarungi laga kompetisi Divisi Utama hingga usai. “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mungkin lagi tidur,” kelakarnya. Kalau boleh jujur, lanjutnya, kita ini tidak mahal. Kami hanya membutuhkan biaya operasional untuk latihan rutin. “Sayang kalau motivasi pemain yang demikian tinggi terlantar. Gaji pemain saat ini juga jauh kalau dibandingkan gaji pemain tahun lalu,” tegasnya. Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Bogor, Hendra Budiman pun turut angkat bicara. Dirinya mengatakan bahwa kunci untuk kebangkitan Persikabo saat ini berada di tangan manager. “manajernya saja sulit dihubungi. Ponselnya juga mati,” tukasnya. Hendra menegaskan bahwa sebetulnya Pemkab dan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten tidak menutup mata dan berpangku tangan. “Pemkab dan DPRD sebetulnya mau turun tangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan