DSC_0611

Dicabutnya surat pembekuan terhadap PSSI dan kompetisi bakal segera bergulir membawa angin surga bagi para insan sepakbola Tanah Air. Begitu pula Persikabo yang kian bersemangat

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Berhasil menundukkan tim Garuda All Star yang bermaterikan para pemain level nasional yang bermain di QNB League dan menjuarai pertandingan segitiga Trofeo Charity Match makin memupuk semangat para punggawa muda Persikabo. Persikabo kembali menggelar latihan rutin sejak sepekan sebelum laga Trofeo Charity Match sebanyak dua kali dan terus berlanjut usai laga tersebut. Bahkan berhembus kabar skuat muda tim berjuluk Laskar Pajajaran tersebut bakal kembali menggelar laga berhadapan dengan para bintang mantan pemain Persikabo yang tergabung dalam tim Persikabo All Star. “Saya baru kali ini melihat penampilan para pemain Persikabo yang sangat memukau. Ini membuktikan bahwa para pemain lokal juga memiliki potensi besar. Sangat disayangkan kalau potensi sebagus ini hanya terkubur dan tidak berkembang,” kata Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Bogor, Herman Budiman. Seperti diberitakan, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Imam Nahrawi diminta untuk mencabut surat pembekuan terhadap PSSI guna menyelamatkan sepakbola Indonesia dan kompetisi segera bergulir. Kepastian pencabutan surat pembekuan tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Orang nomor dua di Indonesia itu sengaja menggelar rapat dengan Menpora Imam Nahrawi, Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan, mantan Ketum PSSI Agum Gumelar, dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat. “Tadi sudah ketemu Menpora dengan PSSI. Kita bahas masalah persepakbolaan nasional, tentu juga di sini dalam pengorganisasiannya tentu PSSI,” ujar JK di Jakarta, Senin (25/5/2015). Dalam pertemuan tersebut, kata JK, semua pihak akhirnya sepakat untuk mengakhiri pertikaian. “Kembali mengaktifkan induk organisasi sepak bola Indonesia dan menjalankan kompetisi. Tadi disepakati, yang pertama persepakbolaan nasional harus tetap jalan dengan baik. Tetap kompetisi dengan baik. Tentu karena itulah maka PSSI harus aktif lagi,” lanjutnya. Pertemuan ini memberikan angin segara buat masyarakat sepak bola Indonesia yang saat ini tengah menghadapi sanksi dari FIFA. Badan sepak bola dunia itu memberikan batas waktu sampai 29 Mei mendatang agar Menpora segera mencabut pembekuan terhadap PSSI. Di sisi lain, Kondisi Persikabo saat ini membutuhkan sentuhan dari para pihak yang mampu dan mau memperhatikan nasib Persikabo. Sehingga Laskar Pajajaran bisa mengarungi laga kompetisi Divisi Utama hingga usai. “Kalau boleh jujur, kita ini tidak mahal. Kami hanya membutuhkan biaya operasional untuk latihan rutin. “Sayang kalau motivasi pemain yang demikian tinggi terlantar. Gaji pemain saat ini juga jauh kalau dibandingkan gaji pemain tahun lalu,” tegas Pelatih Persikabo, Abdush Sobur.