Untitled-5

BOGOR, TODAY – Tak mau dise­but “Tertidur”, karena dinilai tidak merespon ada dugaan kecurangan dalam proses le­lang Tahap III pembanguan Stadion Pakansari, Cibinong. Polres Bogor melalui Sa­treskrim bagian Tipikor lang­sung menerjunkan tim khu­sus untuk menyelidiki kasus dugaan suap disana.

Kasat Reskrim Polres Bo­gor, AKP Aulia Djabar men­gatakan, Tipikor Polres Bogor tidak tidur dan tengah menu­runkan tim khusus untuk ma­suk ke dalam kasus Stadion Pakansari karena Kejaksaan Negeri Cibinong seolah tutup mata terhadap kasus ini.

“Tim khusus sedang berja­lan untuk menyelidiki. Nanti saya koordinasi dulu Kanit TPU. Dan kalau memang ada informasi atau laporan, pasti kami tindaklanjuti,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Bogor kota itu, Jumat (29/5/2015).

Saat ini proses lelang menurut Kantor Layanan Pen­gadaan Barang dan Jasa (KLP­BJ) sudah selesai, karena sang­gah yang diajukan PT Nindya Karya dan PT Wijaya Karya (WiKA) ditolak Kelompok Ker­ja (Pokja) dengan alasan tidak bisa bisa memperbaiki isi do­kumen yang menggugurkan mereka saat masa lelang.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Bogor Alokasikan APBD 2021 Sebesar 2,325 Miliar Untuk TMMD 112  di Klapanunggal

“Sekarang tugas kami su­dah selesai, dan semua kepu­tusan ada di tangan pengguna anggaran yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora .red). Tapi Dispora bisa menolak pe­rusahaan yang kami ajukan. Kan mereka pengguna ang­garan yang mengambil kepu­tusan final,” ujar ketua Pokja, Rahmat.

Sekarang, kata Rahmat, Dis­pora yang seharusnya dikejar dan dipantau pembangunan­nya. Karena kalau dihentikan ditengah jalan, bisa diganti dengan kontraktor lain. Tapi tidak mesti dari peserta yang kemarin ikut lelang.

Kepala Dispora, Yusuf Sadeli sempat terlihat di KLPBJ, entah apa yang di­lakukannya, namun saat ingin dikonfirmasi, ia segera masuk kedalam mobil dinas Toyota Kijang Inova berwarna hitam yang sempat diparkir di hala­man KLPBJ.

“Pak Yusuf jangan digang­gu dulu, biarkan dia fokus mengurus Surat Penunjukkan Pengadaan Barang dan Jasa (SPPBJ) hingga mengurus Su­rat Perintah Kerja,” timpal Rahmat.

Baca Juga :  25 Adegan Diperagakan Dalam Rekontruksi Kasus Pembacokan Tersangka Pelajar SMA

Pembangunan tahap III sta­dion yang menelan anggaran Rp 198 miliar meliputi peny­empurnaan arsitektur, pem­bangan trek atletik, pema­sangan kursi tribun VIP yang harus diimpor dan lapangan pemanasan yang terletak di luar bangunan stadion.

Pokja akhirnya memenang­kan PT Prambanan Dwipaka dalam lelang tahap III pem­bangunan Stadion Pakansari. Sebelumnya, pada tahap per­tama dikerjakan oleh PT Mul­tiyears (PP) dan PT Waskita.

Meski PT Prambanan Dwipaka dalam beberapa proyeknya sempat berma­salah, itu tidak menghalangi untuk memenangi tender ta­hap III Stadion Pakansari.

“Selama tidak masuk daf­tar hitam, perusahaan itu tetap berhak ikut lelang. Ka­lau sudah masuk blacklist ya jangankan menang, ikut le­lang aja gak bisa,” ujar Kasi Jasa Konstruksi, Djoko Pito­no.

(Rishad Noviansyah)