HL---Kozer-(2)

Garuda All Star yang bertabur bintang QNB League ditahan tim kontestan Liga Nusantara (Linus), PSB dengan skor tipis 0-1. Di laga kedua ditundukkan kontestan Divisi Utama, Persikabo dengan skor 3-2

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Tiga tim mengikuti ajang Trofeo Charity Match yang digelar di Stadion Persikabo, Minggu (24/5/2015). Yang menarik, salah satu pesertanya adalah tim Garuda All Star, yang merupakan gabungan para pemain Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama. Tim tersebut dilatih oleh pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan. Dua tim lainnya yang ikut serta adalah Persikabo Bogor dan PSB Bogor. Format pertandingan event ini dibuat seperti Trofeo TIM ataupun Trofeo Persija Jakarta, di mana masing masing klub yang terlibat akan bertemu satu kali dengan lama pertandingan 35 menit. Event yang digagas oleh Masyarakat Sepakbola Bogor ini mempunyai maksud agar sepakbola nasional bisa berjalan secara normal dan dapat dinikmati oleh para suporter klub yang berlaga. Yang paling penting adalah, pihak-pihak yang menggantungkan kehidupannya dari sepakbola seperti pemain, perangkat pertandingan, klub, dan lain-lain bisa kembali beraktivitas. “Tujuan akhir dari event ini adalah memberikan ‘sentilan’ kepada Kemenpora dan PSSI agar segera melakukan perdamaian, sebelum batas akhir pemberian sanksi FIFA kepada Indonesia yaitu tanggal 29 Mei 2015,” kata Ketua Panitia, Dian Sudaryanto. Di samping itu, Trofeo yang mengusung tagar #KamiRinduSepakbola ini, juga merupakan laga amal. Jadi seluruh pemasukan, setelah dikurangi dengan biaya operasional akan disumbangkan kepada panti asuhan dan pihak pihak yang membutuhkan. Laga Trofeo Charity Match tersebut dibuka dengan pertandingan Derby Bogor yang mempertemukan PSB kontra Persikabo. Pertandingan berjalan sengit sedari awal babak dimulai. Duel dua tim se-Kota tersebut memperagakan jual beli serangan terbuka. Pertandingan berakhir dengan skor kacamata. Pertandingan kedua mempertemukan antara Garuda All Star kontra PSB. Ciut nyali berhadapan dengan tim bertabur pemain level nasional, PSB bermain monoton. Tak pelak, Garuda All Star dengan mudah merobek jala gawang PSB melalui sepakan Christian Carrasco. Melalui serangan dari sisi kiri, dilanjutkan dengan umpan silang, Garuda All Star menusuk jantung pertahanan PSB dan menciptakan gol dalam waktu lima menit. Punggawa muda tim berjuluk Laskar Pakuan hanya bisa tertegun. Namun, itu tidak berlangsung lama. Masuk pertengahan babak, anak asuh Robby Darwis tersebut mampu mendongkrak morilnya yang jatuh dan bangkit melancarkan serangan – serangan melalui lini tengah. Tak kurang tiga peluang matang gagal dikonversi menjadi gol. Skor tipis 0-1 bertahan hingga peluit panjang akhir pertandingan ditiup. Menahan tim dengan materi pemain yang turun di kompetisi dua kasta di atasnya merupakan prestasi menggembirakan bagi PSB. “Saya sangat bangga dengan permainan mereka. Walaupun awalnya kalah mental, tapi menjelang akhir babak bisa bermain dominan dan terus menekan,” ujar Ketua Umum (Ketum) PSB, HM Idris kepada BOGOR TODAY, Minggu (24/5/2015). Di laga ketiga, sekaligus laga penutup. Garuda All Star kembali bermain, kali ini berhadapan dengan kontestan Divisi Utama, Persikabo. Garuda All Star kembali menunjukkan taring dan perbedaan kelasnya dengan langsung merobek jala gawang Persikabo dengan tembakan penalti. Tak berselang lama, anak asuh Iwan Setiawan kembali memperlebar jarak dengan menambah gol, 2-0 untuk Garuda All Star. Namun, sepakbola terkadang tidak bisa diprediksi dengan statistik di atas kertas. Melawan tim kasta di bawahnya, Garuda All Star dipaksa mengakhiri laga dengan kekalahan tipis 3-2. Hasil ini menempatkan Garuda All Star di posisi kedua dan PSB di posisi ketiga. (*)

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX