Untitled-19

CIBUBUR, TODAY — Nasib bocah ini sungguh malang. Sudah satu bulan Dani (8) mondar mandir naik sepeda di depan rumah tempat dia tumbuh selama ini. Dia dilarang masuk ke rumah oleh orang tuanya. Bocah itu mondar mandir mengendarai sepeda selama sebulan di Perumahan Citra Gran Cibubur, Cluster Nusa Dua Blok E8 Nomor 37. Selama satu bulan, pada siang hari dia mondar-mandir di perumahan tersebut, ke rumah tetangga dan ke tempat-tempat lainnya selain rumah. Malam hari, Dani tidur di pos jaga. Selain tidak diperbolehkan masuk rumah, dia juga sudah tidak bersekolah sejak sebulan lalu. “Warga yang care yang ngurus,” kata Sugeng, Ketua RT setempat, Kamis (14/5/2015). Kata beberapa warga di sekitar rumah, kerap terdengar suara tangis anak kecil dari dalam rumah. Warga menduga ada kekerasan fisik terhadap adik-adik bocah yang bersepeda tersebut.

Sugeng menuturkan sudah pernah mencoba mengajak bicara kedua orang tua kandung bocah itu,. Namun kedua orang tuanya tetap tak mau mengizinkan anaknya masuk ke rumah. “Kerangka berpikirnya agak berbeda, katanya itu cara dia mendidik anak,” tutur Sugeng.
Selama sebulan bocah itu dirawat warga, diberi makan pakaian dan kadang tempat tidur. Untungnya kini anak itu sudah dijemput oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). “Dia dibawa ke posko KPAI, bapaknya diamankan polisi,” ujar Sugeng.
Nurindria Sari alias Iin membantah jika ia dan suaminya, Utomo Permono, menelantarkan putranya. Ia justru menuding tetangganya telah menyekap anak ketiganya sehingga tidak bisa pulang ke rumahnya sendiri. “Oh enggak bener itu (menelantarkan anak),” kata Iin saat diinterogasi petugas, Kamis (14/5/2015).
Iin menyangkal telah menelantarkan Dani yang sudah sebulan tidak bisa kembali ke rumahnya. Wanita berambut panjang ini malah menuding tetangganya lah yang menyekap puteranya itu. “Itu disekap sama tetangga saya. Sekalian saja tangkap dia, Pak, biar satu sel,” cetusnya sambil tertawa geli.
Ia menyatakan, jika ia dan suaminya sudah mencoba membawa anaknya dari rumah tetangganya. “Tapi disembunyiin,” ungkapnya.
Hal berbeda dikatakan para tetangga Iin. Disebutkan para tetangga, anaknya justru diusir dari rumahnya di Perumahan Citra Gran Cluster Nusa Dua Blok E8 No 37 Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Sudah satu bulan anaknya itu berkeliaran di luar dengan sepedanya, hingga para tetangga menampungnya dan memberinya makanan dan pakaian
Wanita yang mengaku bergelar Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Merdeka Malang, Jatim, ini mengatakan jika dirinya memenuhi kebutuhan anak-anaknya termasuk yang disebut tetangga ditelantarkan itu. “Makan ya dikasih makan, kadang saya beli di luar, kadang manggil tukang nasi Padang,” ungkapnya.
Tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, KPAI dan Kementerian Sosial, siang tadi mengevakuasi anak-anak Iin dan Utomo dari rumah tersebut. Rumah yang ditempati keluarga tersebut sangat tidak layak, meski dari luar bangunan dua lantai tersebut tampak normal.
Pemandangan tidak biasa terdapat di dalam rumah keluarga tersebut. Perabotan rumah tangga tidak teratur, dan berserakan. Sampah-sampah dan makanan berbaur menjadi satu. Pakaian bekas tertumpuk di setiap sudut ruangan hingga di atas kasur.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan, pihaknya mengevakuasi anak-anak tersebut setelah mendapat informasi dari masyarakat.
“Anak-anak ini kan dilindungi oleh Negara, sehingga kita lakukan upaya evakuasi ini untuk menyelamatkan mereka. Karena ada informasi jika anak-anak tersebut ditelantarkan,” ungkap Herry.
Tim Gabungan Polda Metro Jaya-KPAI-Kemensos mengevakuasi 5 anak dari rumah orang tua yang menelantarkan anaknya di Cibubur. Tetangga sudah lama merasa ada keganjilan di rumah itu.
Salah seorang tetangga mengatakan keluarga itu sudah mengontrak selama 5 tahun di rumah tersebut. Selama ini tetangga sangat jarang melihat ada aktivitas penghuni rumah pada siang hari.
“Kalau siang nggak pernah kelihatan. Biasanya bapaknya, kadang sama anak-anaknya keluar pas malam. Pulangnya sekitar jam 03.00 WIB pagi,” ujar tetangga yang tak mau disebut namanya itu.
Mereka keluar rumah dengan menggunakan mobil. Saat dievakuasi, ada sedan BMW dan Honda Odyssey terparkir di depan rumah.
Orang tua dari anak-anak yang tinggal di rumah itu juga hampir tak pernah bersosialisasi dengan tetangga. Keluarga itu sangat tertutup.
“Kita juga sering dengar suara anak-anak menangis dari dalam rumah. Mereka juga jarang bersosialisasi dengan warga, paling kalau keluar ke mini market,” ujar tetangga tadi.
Evakuasi terhadap rumah tersebut diawali oleh laporan warga yang berempati karena Dani (8), anak ketiga keluarga tersebut, ditelantarkan selama satu bulan tak boleh masuk rumah. Dani selama ini dirawat warga sekitar rumah dan tidur di pos jaga.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Bogor Alokasikan APBD 2021 Sebesar 2,325 Miliar Untuk TMMD 112  di Klapanunggal