kongres_pssi_hancur_total_by_acakadut-d3gscnt

JAKARTA, Today – Batal bergulirnya turnamen pra-musim bertajuk QNB Indonesia Champions Cup 2015, semakin membuat klub menderita. Bahkan imbasnya dari penmbatalan itu tak sedikit tim yang kecewa, hingga melakukan pembubaran skuatnya. Sebab sebelumnya, kompetisi QNB League musim 2015 juga tidak dapat terlaksana dengan baik lantaran kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang membekukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pembatalan turnamen pramusim, terpaksa dilakukan PT Liga Indonesia (PT LI) akibat tidak mendapat rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang dibentuk Kemenpora. “Sepak bola Indonesia saat ini sedang digiring kepada suatu kehancuran total. Para pemimpin bangsa yang beraneka ragam ini, hendaknya menjunjung tinggi perbedaan karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan dalam keanekaragaman. Di saat kami sudah tidak berdaya kemana kami mencari perlindungan?” ujar Manajer Perseru Serui, Yan Pieter Ayorbaba. Rekomendasi dari BOPI ditunggu karena merupakan bagian untuk mengajukan permohonan izin keramaian kepada kepolisian. Namun, BOPI justru meminta PT Li untuk berkoordinasi dengan Tim Transisi, yang dibentuk Kemenpora untuk menjalankan kewenangan PSSI. Tak hanya Perseru Serui, tim Sriwijaya FC juga angkat bicara mengenai pembatalan turnamen ini. Klub yang bermarkas di Palembang ini menyatakan kecewa dengan kenyataan bahwa turnamen yang diberi nama QNB Indonesia Champions Cup 2015 harus dibatalkan oleh PT Liga, karena mereka sudah terlanjur mempersiapkan diri. “Ini seperti musibah. Padahal kami sudah melakukan persiapan cukup lama.” keluh manajer Sriwijaya FC, Robert Heri. Semoga ada solusi untuk klub. Di dalam klub ada pemain dan ofisial yang menggantungkan nasib dan mencari nafkah dari sepakbola. Akibat pembatalan ini, skuat Laskar Wong Kito rencananya bakal kembali diliburkan dan bakal kembali berkumpul usai Lebaran mendatang. Tak hanya itu, pelatih Persebaya, Ibnu Grahan mengakui jika pembatalan turnamen pra musim membuat program latihan yang sudah ia buat, menjadi terganggu. Dampak negatif dari larangan tersebut pun dipercaya bakal merusak sepak bola itu sendiri. Dengan pelarangan ini, praktis aktivitas sepakbola di Indonesia hampir berhenti total. Para pemain terancam kehilangan pemasukan utamanya. Sebab kompetisi sepakbola yang sudah dihentikan oleh PSSI, plus turnamen yang tidak mendapat izin dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). “Kemampuan pemain tidak terasah. Mentalnya juga turun. Outputnya, timnas pun sulit bersaing dengan negara-negara lain,” jabar Ibnu. Menurut Ibnu, bukan hanya terdampak secara tim, Persebaya juga terimbas dari segi finansial. Klub pun terancam merugi karena tidak adanya pendapatan dari penjualan tiket pertandingan maupun pihak ketiga, dalam hal ini sponsor. “Pengeluaran klub terus membengkak, sementara pemasukan tidak ada,” jelasnya. Bahkan pembatalan tersebut juga mengakibatkan sejumlah tim membubarkan diri. Pemain dan pelatih Beruang Madu hanya mendapatkan uang saku, dan biaya transportasi pulang ke kampung halaman Manajemen Persiba Balikpapan langsung memutuskan membubarkan tim setelah PT Liga Indonesia memastikan turnamen Championship Cup batal digelar akibat tidak mendapat rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Pemain Persiba kembali dikumpulkan setelah sempat dibubarkan usai Indonesia Super League (ISL) 2015 diakhiri. Sekretaris Umum Persiba Irvan Taufik mengungkapkan, para pemain akan mendapatkan uang saku sebesar Rp1 juta, dan tiket pesawat. “Setelah kami menerima surat pembatalan itu, maka dengan berat hati harus kami sampaikan kepada pemain dan pelatih. Inilah kenyataannya, pramusim pun tidak bisa jalan,” kata Irvan. Irvan menambahkan, jika kemudian turnamen pramusim, atau pun kompetisi ISL kembali digelar, manajemen akan memanggil para pemain yang sebelumnya sudah menandatangani kontrak. “Tentu kita akan melakukan renegoisasi lagi dengan para pemain, tapi yang kita prioritaskan yang sudah bersama Persiba. Kalau kita panggil, kemudian tidak mau renegosiasi, ya tidak apa-apa,” ucapnya. Irvan memastikan, kini status pemain bebas transfer setelah tim resmi dibubarkan, karena tak ada ikatan kontrak lagi. “Sekarang bebas. Kalau ada yang minta surat keluar, kita akan keluarkan, akan kita berikan, karena sebenarnya sudah tidak ada ikatan kontrak, tidak perlu mengundurkan diri,” pungkasnya. Seperti diketahui, PT Liga Indonesia membatalkan Turnamen Pramusim yang telah direncanakan untuk digelar mulai akhir Mei hingga Agustus 2015. Hal itu dilakukan karena tidak mendapatkan rekomendasi secara langsung oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia. “Liga memutuskan membatalkan Turnamen Pramusim,” kata Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy di Jakarta, Rabu (20/5/2015). Tigor menjelaskan surat permohonan untuk mendapatkan rekomendasi BOPI yang dikirimkan oleh PT Liga Indonesia tidak mendapatkan rekomendasi menggelar turnamen. “Kami telah mendapat surat balasan dari BOPI menjawab surat permohonan kita. BOPI menyarankan PT Liga untuk berkoordinasi dengan tim transisi lebih dahulu. Sampai hari ini rekomendasi belum bisa diberikan oleh BOPI,” ungkap Tigor. Dalam surat balasannya, BOPI mendasarkan pemberian rekomendasi secara langsung untuk PT Liga menggelar Turnamen Pramusim pada surat keputusan Menporan Nomor 01307, terkait pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. BOPI menyarankan pada PT Liga untuk berkoordinasi dengan Tim Transisi untuk mendapatkan persetujuan, setelahnya baru mengajukan kembali permohonan rekomendasi untuk menyelenggarakan Turnamen Pramusim. Mendapat balasan demikian, PT Liga memutuskan untuk membatalkan Turnamen Pramusim dengan alasan ketidakpastian kondisi mengingat waktu kick-off Turnamen Pramusim yang akan digelar akhir Mei 2015. PT Liga sendiri juga sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada klub terkait pembatalan turnamen tersebut. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Liga Indonesia yang digelar pada Rabu (13/5) telah menelurkan keputusan untuk menggelar Turnamen Pramusim yang akan diikuti oleh seluruh klub Indonesia Super League, guna menutupi kekosongan kompetisi. Dalam rapat tersebut seluruh klub dan PSSI telah menyetujui untuk digelarnya Turnamen Pramusim yang rencananya akan diselenggarakan pada Mei-Agustus 2015. Pembatalan turnamen pramusim ini bukan berarti kiamat bagi klub-klub Indonesia Super League (ISL). PT Liga Indonesia (LI) mengizinkan dan menyarankan klub menggelar uji coba atau turnamen sendiri. PT LI menyebut, opsi untuk menggelar turnamen sendiri bagi klub adalah solusi, agar klub hidup dan bisa terus berkompetisi. “Memang dari awal opsinya seperti itu, supaya klub dapat pemasukan. Kami kembalikan ke klub masing-masing sekarang maunya bagaimana. Siapa tahu, dengan uji coba atau turnamen sendiri izinnya bisa keluar,” kata Tigor. Menurutnya, alasan masuk PT LI mengelola kompetisi pra musim agar sponsor datang. Selain itu, agar nilai tawar kompetisi menjadi besar karena bisa ditayangkan langsung. Tapi, karena tidak mendapatkan izin, maka opsi awal dikembalikan ke klub diambil. “Kami masuk agar kompetisi ini bisa dapatkan sponsor. Bisa ditayangkan televisi jadi gaungnya bisa seperti ISL. Tapi karena tidak bisa, harus koordinasi dengan tim transisi, ya kami kembalikan lagi ke klub,” tandasnya.

(Imam/net)