Untitled-11

ANDREA Hirata yang terkenal dengan tetralogi ‘Laskar Pelangi’ akhirnya merilis novel terbarunya berjudul ‘Ayah’. Novel ini ditulisnya setelah empat tahun vakum di dunia penulisan dan menyelesaikan beasiswa International Writing Program 2010 di IOWA University dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Oleh : (Yuska Apitya Aji)

NOVEL ke-9 ini masih mengam­bil setting di kampung halaman­nya Belitung. Mengambil tema keluarga, persahabatan, dan juga cinta. Di acara peluncuran ‘Ayah’ Jumat (29/5/2015) sore, Andrea menceritakan mengenai di balik layar lahirnya ‘Ayah’.

“Saya merisetnya sampai enam tahun dan sebenarnya novel ini mau terbit empat tahun lalu. Seperti novel sebelumnya sama-sama menggunakan bahasa yang sederhana dan ceritanya juga sederhana,” ucapnya, di Gramedia Matra­man, Jumat (29/5/2015).

‘Ayah’ mencerita­kan kisah antara ayah bernama Sabari bersama putranya Zorro. Sabari sangat mencintai putranya dan merencanakan berbagai hal seperti pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam, membe­likannya mainan, ke masjid, menga­jari puasa dan mengaji dan lain-lain.

Baca Juga :  1 Unit Crane Terguling di Depok Timpa Rumah Warga, 1 Orang Meninggal Dunia

Tertundanya novel ini, kata Andrea, juga karena penerjemahan ‘Ayah’ ke dalam bahasa Jerman yang akan rilis akhir Mei ini. “Risetnya juga lumayan pan­jang dan ilmiah. Saya juga merasa kurang produktif. Selama 10 tahun baru 9 novel, seharusnya lebih.”

Andrea yang menulis selalu berdasarkan tokoh-tokoh yang nyata dan terinspirasi dari karakter seha­ri-hari itu selalu percaya fiksi menjadi kekuatan baru. “Gara-gara film ‘Laskar Pelangi’ ribuan orang bisa mencari nafkah,” kata dia.

Sepanjang kariernya, Andrea telah meluncurkan tetralogi ‘Laskar Pelangi’, ‘Padang Bulan’, ‘Cinta di Dalam Gelas’, ‘Sebelas Patriot’, dan ‘Laskar Pelangi Song Book’. Serta dua novel internasional yakni ‘The Rainbow Troops’ dan ‘Der Trumer’ pada Maret 2015 oleh penerbit Hanser Berlin.

‘Laskar Pelangi’ juga sudah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing di 120 negara. Sementara nov­el ‘Ayah’ setebal 432 halaman dibanderol Rp 74 ribu.

Baca Juga :  ‘Smack Down’ Mahasiswa Saat Unjuk Rasa di Tangerang Berujung Damai

Andrea Hirata terlahir dengan nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun. Andrea dikenal seba­gai novelis yang telah merevolusi sastra Indonesia.

Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains–fisika, kimia, biologi, astronomi dan sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa di Himalaya.

Andrea mendapat beasiswa program master di Universitas Sheffield Hallam, Britania Raya. Tesis An­drea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekono­mi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah.