93008_large

JAKARTA, TODAY – Pemilik pusat perbelanjaan kelas atas Sogo, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) akan melunasi utang perbankan senilai Rp 1,5 triliun. Namun dia melunasinya dengan menerbitkan surat utang alias obligasi dengan nilai yang sama. Wakil Presiden Direktur MAP, Virendra Prakash Sharma, mengatakan utang tersebut berasal dari tujuh bank, antara lain bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, dan asing.

Sementara surat utang yang diterbitkan adalah obligasi tanpa bunga alias zero coupon bonds. Obligasi tersebut akan diserap Asia Sportwear Holding Pte. Ltd. (ASH).
“Kenapa kita pilih obligasi, karena ini non bunga. Kelebihannya kita berikan corporate guarantee kepada pemegang obligasi,” katanya usai RUPS di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (25/5/22015).

Jaminan yang akan diberikan adalah 30% kepemilikan saham di anak usaha MAP, yaitu PT MAP Aktif Adiperkasa (MAA). Perusahaan tersebut sebelumnya adalah divisi usaha di emiten berkode MAPI tersebut.
Anak usahanya ini menjalankan kegiatan perdagangan ritel dan wholesale di bidang olahraga, golf, dan anak-anak. Saat ini MAA mengoperasikan 823 toko per akhir Desember 2014.
MAA ini punya dua anak usaha, yaitu PT Putra Agung Lestari (PAL) yang bergerak di sektor alas kaki dan PT Mitra Garindo Perkasa ((MGP) yang bergerak di sektor garmen.

Baca Juga :  Hotel Grand Savero Bogor Sediakan Promo Paket Akad Nikah Murah Hanya Rp 5 Juta

Sebagian saham MAA ini akan dilepas ke Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Setelah IPO, 30% saham MAA ditawarkan kepada Montage Company Limited (MCL).
MCL dan ASH mempunyai induk yang sama, yaitu Montage Group Holdings Limited anak usaha dari CVC Asia IV.
Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary and Investor Relation MAP, Fetty Kwartati, menambahkan, rencana IPO MAA masih dibahas oleh perusahaan.
“Untuk IPO masih belum saat ini, masih panjang antara 4-5 tahun mendatang. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum IPO. Butuh persiapan panjang agar harganya bagus,” jelas Fetty.

PT Mitra Adiperkasa Tbk mencatat laba bersih Rp 10 miliar di kuartal I-2015. Laba perusahaan pemilik Sogo ini anjlok 78,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Virendra Prakash Sharma, mengatakan turunnya kinerja perusahaan akibat konsumsi masyarakat Indonesia yang melemah akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi RI yang hanya 4,7%. “Memang kita mengakui ada pelemahan pertumbuhan ekonomi sehingga tingkat konsumsi masyarakat turun,” katanya.
Omzet perusahaan masih tercatat naik tipis, yaitu 10,8% di tiga bulan pertama 2015 menjadi Rp 2,9 triliun dari sebelumnya Rp 2,6 triliun. Ia mengatakan, faktor lain yang membuat kinerja kuangan perusahaan kurang bergairah tahun ini adalah naiknya biaya operasional akibat melemahnya nilai tukar rupiah, ditambah naiknya tingkat bunga dan berkurangnya marjin di beberapa merek yang lisensinya dipegang perusahaan.

Baca Juga :  Pegawai Basarnas Tewas Usai Dibacok Kawanan Begal, Kabasarnas : Kami Mengutuk Keras Atas Perbuatan Keji Pelaku

Sampai April 2015, perusahaan ritel ini punya 1.879 gerai yang di dalamnya menjual lebih dari 150 merek. Gerainya ini tersebar di 65 kota Indonesia.
Ia mengatakan, sepanjang tahun lalu pemegeng lisensi merek Zara, Topman, dan lain-lain ini sudah membuka 295 gerai baru dan menutup 202 gerai lama. “Kami menutup gerai lama karena memang tidak efisien dan tidak menghasilkan,” katanya.
Emiten berkode MAPI ini sudah mengakusisi lisensi satu merek baru yaitu Mango, dan tahun ini mengincar lisensi dua merek lainnya yaitu Toms dan Hasbro.

(Alfian M|dtc)