HL

Berdasarkan laporan neraca pembayaran yang dipublikasikan Bank Indonesia, defisit tersebut dipengaruhi oleh transaksi penempatan simpanan sektor swasta domestik di luar negeri dan net penarikan pinjaman luar negeri yang lebih rendah

Oleh : Adilla Prasetyo
[email protected]

Bank Indonesia mencatat transaksi investasi lainnya pada kuartal I/2015 mengalami defisit 5,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Jumlah tersebut berkebalikan dengan periode sebelumnya yang mencatat surplus senilai 4,1 miliar dolar AS. Pada sisi aset, transaksi investasi lainnya sektor swasta pada kuartal I/2015 mengalami defisit atau arus keluar bersih US$5 miliar, berkebalikan dengan surplus US$2,3 miliar pada kuartal sebelumnya yakni kuartal IV/2014. “Defisit tersebut terutama bersumber dari transaksi penempatan simpanan sektor swasta domestik di luar negeri seiring dengan masih derasnya arus masuk modal portofolio asing,” Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo di laman resmi Bank Indonesia, Senin (18/5/2015). Pada sisi kewajiban, surplus transaksi investasi lainnya di sektor swasta pada kuartal I/2015 menyusut menjadi 0,8 miliar dolar AS dari surplus kuartal IV/2015 senilai 3,6 miliar dolar AS. “Turunnya surplus tersebut dipengaruhi net penarikan pinjaman luar negeri korporasi yang lebih rendah mengikuti perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik,” lanjutnya. Sementara itu, transaksi investasi lainnya di sisi kewajiban untuk sektor publik pada kuartal I/2015 mencatat defisit senilai 1,1 miliar dolar AS, berkurang dari defisit 1,8 miliar dolar AS pada periode sebelumnya. Penurunan defisit tersebut karena berkurangnya pembayaran kewajiban lainnya yang melampaui kenaikan pembayaran pokok pinjaman luar negeri sektor publik.

Baca Juga :  Viral Pesepeda Jadi Korban Jambret Handphone, Netizen : Jangan Lapor Polisi, Lapor Damkar Aja