insert-HL-(2)

BOGOR TODAY- Dinas Penga­wasan Bangunan dan Pemukiman (Wasbangkim) Kota Bogor mem­benarkan bahwa ada kerusakan belasan rumah warga akibat akti­vitas pembangunan apartemen di Jalan Raya KS Tubun, Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh, Ke­camatan Bogor Utara.

Kabid Pengawasan dan Pen­gendalian (Wasdal Wasbankim), Agnes Andriani Kartikasari, men­gakui warga dan pihak pengem­bang sudah dimediasi aparat Ke­luarahan dan Kecamatan. “Soal rumah warga yang retak-retak, saya sudah mendapatkan laporan kalau pihak Gardenia dan warga sudah dimediasikan oleh aparat Kelurahan dan Kecamatan,” ujar Kabid Wasdal Wasbangkim, kema­rin.

Baca Juga :  Masyarakat Bogor Keluhkan Cuaca Panas, Ini Penjelasan BMKG

Menurutnya, pihaknya juga su­dah meninjau langsung ke lokasi yang menjadi pengaduan warga Neglasari RT 2/4, Kelurahan Cibu­luh, Kecamatan Bogor Utara. Na­mun, belum ada temuan soal kel­alaian pihak Gardenia. “Mengenai warga yang terganggu, kami tetap tekankan kepada pengembang agar mengganti semua kerusakan yang di alami warga. Dari sisi tek­nis kegiatan dilapangan, bangunan Gardenia masih sesuai dengan aturan aturan,” ujarnya.

Baca Juga :  Berkas Perkara Kasus Pembacokan Pelajar Masih di Kepolisian, Kajari Kota Bogor : Kami Akan Bicarakan Aspek Hukumnya

Terkait penggunaan alat-alat berat yang dipakai Garde­nia dalam pembangunan. Agnes menegaskan bahwa setelah di cek ternyata alat tersebut merupakan yang terbaik dan ramah lingkun­gan. “Setiap proyek pembangu­nan sangat wajar menimbulkan dampak seperti kebisingan. Kami juga meminta agar pihak Garde­nia memenuhi seluruh tuntutan dan keluhan serta aspirasi warga sekitar,” bebernya.