6492_hati-hati_tertipu_karat_emas_

MEMBELI perhiasan emas sekilas tampak mudah. Tinggal pilih toko, pilih desain, deal harga dan bayar. Pola pikir praktis inilah yang dimanfaatkan pelaku bisnis emas untuk berbuat curang demi meraup untung setinggi-tingginya. Modus akal-akalan terbaru adalah mengurangi kadar (karat) emas yang tak sesuai label. Penipuan emas yang terjadi di pasar emas Jabodetabek. Penipuan yang dimaksud adalah penipuan kadar kandungan emas perhiasan yang dipilihnya. “Penjualnya bilang emas ini berkadar 75 persen, tapi begitu diukur ternyata kurang dari 75 persen,” katanya.

Kadar emas 75 persen berarti ada 75 persen logam mulia emas yang ada di dalamnya, sedangkan 35 persen sisanya adalah bahan lain seperti nikel, tembaga dan lainnya.

Kadar emas yang diakui 75 persen ini ternyata hanya sekitar 68-71 persen saja. Di pasaran, emas kurang kadar 70-71 pers­en yang diakui sebagai emas 75 persen ini bisa mencapai 60 persen. Sedangkan yang berkadar kurang dari itu ada sekitar 10 persen.

Data ini didapatkan dari survei yang dilakukan The Palace dengan alat pen­gukur kadar emas yang disebut karatim­eter. Data ini didapat dari pengujian yang dilakukan toko perhiasan ini di Bogor, Bekasi, Karawaci, Jakarta Selatan dan Bandung.

“Mereka cukup surprise juga saat tahu kalau ternyata mereka sudah dirugikan penjual emasnya. Karena mau tidak mau, penjual emas yang bilang emas 75 persen dan menjual seharga itu akan dapat un­tung lebih besar kalau emasnya kurang dari 75 persen,” katanya.

Kasus seperti ini, kata Tanya, bukan hanya terjadi di Indonesia saja tapi juga di beberapa negara lain. India dan China adalah dua negara yang banyak mengala­mi kasus seperti ini.

Baca Juga :  4 Orang Penumpang Dilaporkan Tewas Tertimbun Longsor, 1 Orang Lainnya Kritis

“Di China, orang berlomba-lomba cek kadar emasnya walaupun harus bayar. Mereka takut dibohongi. Bahkan pemer­intahnya sampai menerapkan aturan kalau ada toko perhiasan yang menipu mereka bisa menuntut,” katanya. “Kalau di Indonesia, habis gajian langsung beli emas, tapi memilihnya enggak teliti dan enggak cek kadar pastinya. Pengetahuan masyarakat Indonesia tentang emas itu masih rendah,” sambungnya.

Metode Karatimeter

Ada cara memeriksa kadar emas tanpa merusak perhiasan, yakni menggunakan mesin karatimeter yang akan menunjuk­kan kadar emas dengan cara memind­ainya dalam hitungan menit. “Ini metode non destruktif, tanpa perlu melebur emas, tingkat akurasinya 99,8 persen,” ungkap Tanya.

Biasanya, kadar emas dapat diukur dengan cara menggosok emas atau me­rendamnya dengan asam sulfat yang berisiko menimbulkan bekas gores, memudarkan warna dan membuat emas jadi keropos. “Kadar emas tidak bisa dili­hat dengan kasat mata, harus diperiksa dengan metode tertentu, termasuk kara­timeter,” ujar Tanya.

Bila diperiksa dengan karatimeter, perhiasan hanya dipindai selama kira-kira dua menit dalam mesin yang akan menun­jukkan hasil kadar emas di layar komput­er. Karatimeter lumrah dipakai di luar negeri, seperti India dan Tiongkok. “Di sana harus bayar kira-kira Rp75.000 un­tuk mengecek kadar emas dengan kara­timeter, di China dan India banyak praktik penipuan kadar emas,” jelas dia.

Tanya mengemukakan pihaknya ingin mengedukasi para pembeli agar lebih teli­ti sebelum membeli emas yang menjadi salah satu pilihan investasi. “Banyak toko perhiasan yang tidak menjual emas den­gan yang semestinya,” paparnya.

Di Indonesia, karatimeter diklaim hanya dimiliki oleh The Palace yang ber­naung di bawah grup Central Mega Ken­cana bersama merek perhiasan lain sep­erti The Palace, Mondial Jeweler, Frank & co., dan Miss Mondial. Toko yang telah dibuka di Summarecon Mal Bekasi, Trans Studio Mall Bandung, Supermal Karawaci dan Mal Taman Anggrek itu menawarkan jasa mengecek kadar emas dengan kara­timeter.

Baca Juga :  Kabupaten Bogor Tercatat Sebagai Wilayah Persentase Vaksinasi Terendah, Gubernur Jawa Barat Bilang Begini

Hingga 31 Mei 2015, pengunjung Ta­man Anggrek dapat menukarkan emas dalam kondisi apa pun atau berkadar di bawah 75 persen dengan emas baru yang kadarnya 75 persen. “Kondisi seperti apa pun, termasuk tanpa surat, akan kami terima karena emas itu tidak akan dijual lagi, tetapi dilebur,” imbuhnya.

Karat merupakan tetapan yang biasa digunakan untuk menyebutkan kadar kandungan kemurnian emas. Kadar 24 karat dinyatakan sebagai emas murni. Emas 23 karat berarti tingkat kemurnian­nya 23/24 x 100 persen atau sekitar 95,8 persen. Jika emas kadar 22 karat dengan berat 10 gram, maka kandungan emas murninya = 22/24 x 10 = 9,167 gram.

Pemerintah sebenarnya sudah mene­tapkan ketentuan kadar emas lewat Stan­dar Nasional Indonesia (SNI) No: SNI 13-3487-2005. Sayangnya, belum semua toko emas mau mengacu pada standar tersebut dan membuat dan membuat standarnya sendiri-sendiri.

Kadar karat emas di Indonesia sering lebih tinggi (20-22 karat) ketimbang emas di luar negeri (18-19 karat), meski sesung­guhnya memiliki kandungan emas yang sama. Emas 20 karat di sini mungkin memiliki kandungan emas yang sama dengan emas 18 karat di luar negeri. Jadi saat membeli perhiasan emas, sebaiknya mengacu pada kadar kemurnian emas ketimbang kadar karat. (*)

KADAR KARAT EMAS VERSI SNI