Untitled-8BOGOR TODAY – Pertemuan Informal antar Kepala Daerah Untuk Pembangu­nan Yang Berkelanjutan di Green Gar­den Cafe dan Resto Kebun Raya Bogor, pada Senin (15/6) menghasilkan kesepa­katan yang tertuang dalam Tri Karsa Bogor. Kedua belas kepada daerah atau perwakilannya telah menandatangani Tri Karsa Bogor setelah membahasnya selama kurang lebih dua jam.

Kedua belas kepala daerah terse­but, adalah Kota Bogor selaku tuan rumah, Padang, Kupang, Tanggerang Selatan, Tanggerang, Makasar, Balik­papan, Pekalongan, Manado, Banda Aceh dan Bontang. Berikut secara rinci hal-hal yang tertuang dalam Tri Karsa Bogor beorientasi pada pembangunan yang ramah lingkungan.

Pertama, para Kepala Daerah yang hadir bertekad untuk bekerja keras agar dapat mewujudkan pembangunan daerah yang maju dan berdaya saing sehingga dapat menjadi pilar pertum­buhan ekonomi nasional, memastikan semua elemen masyarakat menda­patkan manfaat pembangunan, serta menjamin agar upaya tersebut tidak menimbulkan dampak merugikan bagi lingkungan hidup serta tidak mengan­cam kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Bogor Akan Dilanda Cuaca Ekstrem Selama Sepekan Kedepan

Kedua, Untuk mendukung tekad tersebut kepala daerah berkomitmen untuk mewujudkan pembanguan yang rendah emisi, meminimalisir dampak pembangunan dan mereduksi kon­tribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim. Juga memastikan seluruh ele­men wilayah perkotaan – perdesaan didaerah agar mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi aki­bat perubahan iklim. Serta menjamin sistem perkotaan – perdesaan tetap berjalan dan memberikan pelayanan kepada publik jika terjadi goncangan dan tekanan akibat bencana maupun perubahan iklim melalui penyusunan strategi ketahanan yang komprehensif dan menyeluruh.

Ketiga, dalam mendukung dan mengaplikasi visi, tekad dan komit­men-komitmen yang telah disepakati, para Kepala Daerah menjalin kemitraan ICLEI-Local Gobernments for Sustain­ability untuk melakukan aksi-aksi nyata sebagai berikut:

Pertama, meningkatkan kerja sama dan kolaborasi diantara kepala daerah di Indonesia dengan membentuk fo­rum komunikasi kepada daerah yang memiliki visi untuk mewujudkan pem­bangunan yang berkelanjutan. Kedua, memperluas jaringan dengan kepala daerah dan pemimpin pemerintahan lokal lainnya di seluruh dunia yang memiliki visi serupa. Ketiga, menyusun Rencana Aksi Transformatif pemban­gunan daerah yang rendah emisi dan berketahanan iklim. Dan Keempat, se­cara sukarela akan melaporkan secara aktif penjabaran rencana aksi tersebut dan capaian-capaian melalui platform Carbon Climate Registry yang dikem­bangkan oleh ICLEI-Local Gobern­ments for Sustainability.

Baca Juga :  DPRD KOTA BOGOR BERHASIL MENETAPKAN 3 RAPERDA MENJADI PERDA

Selain itu, kedua belas kepala dae­rah yang hadir juga menghendaki agar pemerintah pusat mendelegasikan ke­wenangan dengan memberikan ruang bagi diskresi pemerintah daerah dan memberikan perlindungan hukum ke­pada Walikota/ Bupati dan/ atau aparatur pemerintahan daerah lainnya yang bek­erja mencapai target adaptasi dan mitiga­si perubahan iklim.

(Rizky Dewantara)