slank-tur-30-kota-indonesiaBERTEPATAN dengan bulan suci Ramadhan, Slank merilis single baru yang diberi judul “Halal”. Lagu ini memuat pesan-pesan tentang bahaya korupsi, serta uang siluman yang tak baik untuk dinikmati.

Oleh : (Yuska Apitya Aji)

BUKAN hanya beresiko penjara, “uang panas” juga bisa mengun­dang karma. Begitu kata band yang digawangi Bimbim, Ridho, Kaka, Ivanka, dan Abdee itu. “Kami masih menyoroti masalah korupsi di lagu ini. Bedanya, kalau biasanya kami bicara pada korup­tor, di sini justru pada istrinya,” cerita Bimbim, saat jumpa pers di Markas Slank, Gang Potlot, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015).

Adapun lirik tentang him­bauan Slank kepada istri-istri pejabat berbunyi, “…Untuk para istri-istri, jangan paksa para sua­mi minta beli itu ini dan berakhir dengan korupsi…”

Baca Juga :  Resep Membuat Hati Ayam Goreng Bumbu Ungkep

Lagu “Halal” akan diserta­kan dalam album terbaru Slank, dan digunakan sebagai original soundtrack film “Get Married 5” yang rencananya dirilis se­pekan usai Hari Raya Idul Fitri.

Karya baru ini berbarengan dengan musibah yang dialami Abdee (gitaris Slank). Sang pen­cabik bass, Ivanka, yang menu­lis lagu itu. Dari judulnya sudah bisa ditebak, lagu itu berbicara tentang anjuran mengonsumsi dan mengerjakan hal-hal ha­lal. Namun seperti biasa, Slank tetap memasukkan kritik sosial.

Ada lirik tentang korupsi dalam lagu itu. “Apa sih, latar belakangnya orang mau ko­rupsi? Apakah dia enggak pu­nya pertimbangan lain soal itu? Kekurangan ilmu agama juga bisa jadi kemungkinan,” ujar Ivanka, sang penulis lagu.

Baca Juga :  IKA YZA Ciawi Gelar Silaturahmi "Back to Campus 2"

“Kemarin diminta musikn­ya musik religi, musik Arab mungkin? Karena musik di ger­eja juga religi. Menurut kami, Slank punya musik religi, soal hubungan manusia dan Tu­han,” kata Bimbim, menjelas­kan alasannya menjagokan musik itu.

Menurut sang vokalis, Kaka, penyiaran pesan soal halal dan haram itu tak harus dari orang tua atau figur yang dituakan. Musik dan anak muda justru lebih mungkin didengar. Bagi Kaka sendiri, Halal merupakan proses Slank mencari jawaban dari pertanyaan kehidupan. “Proses Slank sampai hari ini kelihatannya banyak enaknya. Tapi selama 21 album itu berat dan susah. Kami melakukannya sih senang saja. Bikin album itu proses rohani Slank,” katanya.