ahok

PULUHAN organisasi massa di DKI Jakarta kembali menggo yang Basuki Tjahaya purnama alias Ahok dari kursi gubernur. Sedikitnya 40 ribu orang dari berbagai organisasi masyarakat akan turun ke jalan untuk menolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai DKI Gubernur Jakarta. Puluhan ribu orang itu di antaranya adalah massa yang berasal dari FPI, FUI GOIB, FBR, FBB, BARA API, Progres 98, REKAN IKBT dan PERMATA FORKABI.

Oleh : YUSKA APITYA

Menurut Amir, per­wakilan massa yang akan berun­juk rasa hari ini, aksi ini dilaku­kan karena Ahok tidak bisa menjaga lisannya. “Seder­hana, kalau bisa tolong Ahok men­jaga komunikasi,” ujarnya, Minggu (31/5/2015).

Dia memberi contoh, perny­ataan Ahok yang menyebut akan membuka lokalisasi legal di Jakarta telah membuat resah masyarakat. Meski akhirnya pernyataan tersebut dicabut kembali oleh Ahok, Amir mengatakan, dampak negatifnya sudah terlanjur tersampaikan ke masyarakat. “Pemimpin itu harus banyak merangkul masyarakat, bukan membuat pernyataan yang kontraproduktif,” ujarnya. “Harus memahami semua konsekuensi dari apa yang dia katakan,” katanya.

Walau demikian, dia menyata­kan, demonstrasi yang akan digelar bukan masalah ketersinggungan. Dia mengklaim pihaknya tidak pernah tersinggung dengan apa yang dika­takan Ahok. “Ini bentuk sayangnya masyarakat agar Ahok tetap berada di jalan yang benar. Pemimpin ada keterbatasan waktunya, jangan ber­buat seenaknya,” ujarnya.

Baca Juga :  11 Siswa Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Ditemukan Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai Cileueur, 10 Lainnya Selamat

Dia juga mengaku sama sekali tidak mempermasalahkan latar be­lakang Ahok. Menurutnya, suku, ras dan agama bukan alasan massa menggelar demonstrasi ini. Dia pun menjamin demonstrasi besok, meski melibatkan banyak orang, akan berjalan tertib. “Saya sudah bilang besok ada 40.000 orang, tidak sedikit. Kalau mau kami ba­kar Balai Kota itu bisa saja karena itu uang rakyat, tapi kan kami tidak lakukan itu,” ujarnya. “Yang pent­ing komunikasi, kita duduk bersama dan bicarakan semuanya baik-baik,” ujarnya.

Menurut Amir, puluhan ribu massa itu akan berkumpul di sejum­lah titik di Jakarta. Dia menyebutkan dua titik, di antaranya adalah Kebon Kacang dan Tugu Proklamasi. Dari titik-titik itu, kemudian massa akan bergerak ke Balai Kota untuk meny­ampaikan aspirasinya.

Keterangan yang dihimpun, ada selebaran yang dibagikan di sebuah masjid di kawasan Tanah Abang. Selebaran itu menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Jakarta.

Dalam selebaran itu, mereka menyatakan, dalam rangka mem­peringari lahirnya Pancasila 1 Juni 2015, mereka mengajak para tokoh dan masyarakat Jakarta bersatu me­nolak Ahok.

Baca Juga :  Diiming-imingi Bantuan Covid-19,  Belasan Ibu Rumah Tangga di Sumatera Utara Kena Tipu

Dalam selebaran itu, Gerakan Masyarakat Jakarta menyebutkan lima hal yang membuat Ahok layak ditolak sebagai gubernur DKI Ja­karta. Pertama, mereka menyebut Ahok arogan atau preman, lalu Ahok disebut tidak layak jadi pemimpin.

Ketiga, mereka menyebut Ahok sering menyakiti mayoritas dan keempat mereka menyebut Ahok tidak tahu kearifan loka. Terakhir, mereka menyebut Ahok tidak Pan­casialis.

Unjuk rasa itu rencananya akan digelar di DPRD DKI Jakarta besok siang. Titik kumpul massa adalah di Bundaran Hotel Indonesia untuk kemudian berjalan menuju Gedung DPRD DKI Jakarta. Sebelumnya, Ahok pernah didemo oleh Gerakan Massa Jakarta pada akhir Februari lalu. Mereka datang menjelang rapat paripurna pengesahan panitia hak angket untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh DPRD DKI Jakarta.

Beberapa pengunjuk rasa tam­pak mengenakan baju koko berwar­na putih. Terlihat pula massa mem­bawa bendera ormas Front Pembela Islam, Forum Betawi Rempug, dan Forum Betawi Bersatu. Mereka me­nyerukan bahwa era kepemimpinan Ahok di Jakarta harus diakhiri. (/net)