Untitled-4

Permintaan untuk arsitektur bangunan hijau diperkirakan akan meningkat karena banyak pengembang telah mulai untuk memperhatikan faktor keberlanjutan ke dalam proyek mereka.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Seperti diketahui, pemerintah telah merilis peraturan ten­tang “green build­ing” yang kemudian di re­spons hangat oleh pasar. Peraturan ini bertujuan un­tuk mendukung pengurangan emisi rumah kaca dan men­ingkatkan kesadaran tingkat hidup sehat di masyarakat.

Mencermati hal itu, por­tal properti global, Lamu­di, mengidentifikasi lima tren utama tentang bangunan hijau di tahun ini.

Baca Juga :  Hotel Grand Savero Bogor Sediakan Promo Paket Akad Nikah Murah Hanya Rp 5 Juta

1. Penggunaan bahan kon­struksi yang berkelanjutan. Misalnya, penggunaan cat alami untuk menghilangkan polusi dalam ruangan dan da­pat terurai secara alami tanpa mencemari bumi.

2. Arsitektur hijau dengan ventilasi silang yang dapat menghemat penggunaan ener­gi dan memanfaatkan peneran­gan dari cahaya luar sekaligus mendapat udara segar. Desain ini memungkinkan cahaya dan udara secara alami mengalir ke gedung tinggi.

Baca Juga :  Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kembali Raih Tiga Penghargaan Emas dalam ISDA 2021 Sekaligus

3. Bangunan nolenergi yang dirancang khusus dan direkayasa untuk mengandal­kansumber energi terbaru­kan, seperti tenaga surya dan angin, yang memungkinkan mereka untuk beroperasi tanpa menggunakan jaringan listrik. Skema energi hijau ini tidak hanya menghemat ener­gi, tetapi juga mencegah emisi gas rumah kaca tambahan.