Berita-3JAKARTA, Today – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas menuturkan, dalam peraturan BI tentang SKN BI Generasi II, bank sen­tral juga mengatur tarif yang dikenakan bank kepada nasa­bah selain tarif yang dikena­kan BI kepada bank. “Aturan SKNBI sudah diimplementa­sikan. Sedangkan untuk real time gross settlement (RTGS), pada saatnya akan kami lun­curkan,” kata Ronald.

Direktur Eksekutif Depar­temen Komunikasi BI, Tirta Segara bilang, dengan SKNBI Generasi II sistem net kliring yang dilakukan empat kali dalam sehari. Rinciannya, na­sabah dapat bertransaksi klir­ing di bank pada pukul 10.00 WIB, 12.00 WIB, 14.00 WIB dan 16.00 WIB.

Sistem kliring nasional gen­erasi II ini lebih efektif dan efisien lantaran menjadi sis­tem nasional. Seluruh proses SKN, dilakukan di Jakarta.

Sebelumnya, tiap-tiap wilayah memiliki sistem klir­ing sendiri. Selain itu, ta­rif kliring jauh lebih murah ketimbang tarif RTGS. “Untuk tarif, masih akan diatur oleh BI. Tapi yang jelas, mengenai tarif untuk kliring jauh lebih murah dan cepat dilakukan karena sekarang nasabah bisa empat kali transaksi kliring pada waktu-waktu yang telah ditentukan,” ujar Tirta.

Baca Juga :  Melamun Bikin Otak Jadi Rileks, Benarkah? Yuk Simak 5 Penjelasannya

SKN BI Generasi II ini me­mungkinkan bank-bank yang telah memiliki nomor keang­gotaan untuk mengumpulkan seluruh tagihan dan peneri­maan net kliring dalam satu hari penuh. Jika dalam satu hari, transaksi penerimaan kliring suatu bank jauh lebih tinggi ketimbang tagihan, maka selisih jumlah kliring akan dikreditkan pada reken­ing bank yang bersangkutan yang ada di BI. Sebaliknya, jika tagihan transaksi kliring suatu bank melebihi pen­erimaan, maka selisih jumlah kliring akan dibebankan pada rekening giro bank yang ber­sangkutan.

Baca Juga :  5 Bagian-Bagian Mobil yang Rentan Rusak Saat Terkena Air Hujan, Pemilik Wajib Tahu

Direktur Keuangan Bank Negara Indonesia (BNI), Rico Budidarmo mengatakan, pe­rubahan SKNBI Generasi II ini akan memudahkan transaksi. Pasalnya, ada peningkatan kuantitas dari satu kali kliring menjadi empat kali kliring. Volume juga akan meningkat karena uang yang mengalir antarbank semakin bertam­bah. “Bagi masyarakat akan menguntungkan karena ada opsi yang lebih mudah dan murah,” kata Rico.

Direktur Teknologi dan Operasi Bank Mandiri, Ogi Prastomiyono mengatakan, SKNBI Generasi II yang ten­gah dalam uji coba ini bisa mempercepat transaksi, ka­rena semakin banyak nasa­bah yang bisa bertransaksi antarbank.

Ogi belum bisa menghitung potensi peningkatan volume transaksi. “BI harus meny­iapkan business continuity plan. Jika sistem jaringan ko­munikasi terganggu dan gagal, harus ada alternatif yang bisa dilakukan serta jalan keluarn­ya,” kata Ogi.

(Adil | net)