Untitled-10BOGOR TODAY – Bank Dunia (World Bank) memuji PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor atas keberhasilannya mengembangkan proyek-proyek besar yang tertuang dalam program Urban Water Supply and Sanitation Project (UWSSP). World Bank bahkan menyarankan dua PDAM peserta program, yakni Kabupaten Muara Enim (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Kapuas (Kalimantan Selatan) agar meniru apa yang telah dikembangkan Kota Bogor.

Plt Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya, mengutip pernyataan Water and Sanitation Specialist World Bank, Irma Magdalena Setiono mengatakan, PDAM Kota Bogor sukses mengembangkan proyek infrastruktur berskala besar. Tirta Pakuan mampu membangunan dua water treatment plant (WTP) Dekeng 2 dan Cikereteg yang dananya berasal dari pinjaman lunak (softloan) World Bank dan APBD Kota Bogor.

“Pemerintah dan PDAM Kota Bogor sudah berpengalaman menangani proyek-proyek besar. WTP Dekeng 2 dan Cikereteg ini buktinya. Seharusnya PDAM Muara Enim dan Kapuas juga mengikuti apa yang sudah dilakukan Kota Bogor,” kata Deni yang terlibat dialog serius dengan Irma di sela-sela kunjungan ke IPA Dekeng dan Cikeretek, Jumat (5/6/2015).

Baca Juga :  36 SD di Kota Bogor Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Kunjungan ini merupakan agenda tinjauan lapangan dari penutupan (closing) Workshop Pinjaman UWSSP yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PU PERA) di Jakarta (4- 5/6/2015).

Deni menjelaskan, UWSSP merupakan program pembiayaan infrastruktur bernilai total Rp 312 miliar untuk pengembangan sistem Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bagi tiga PDAM, yakni Kota Bogor, Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Kapuas. Dana untuk tiga PDAM ini masing-masing berasal dari World Bank, APBN dan APBD.

“Adapun softloan dari World Bank untuk Kota Bogor yang diteruspinjamkan ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor cair sebesar Rp 85 miliar, serta ada dana pendamping dari Pemkot Bogor sebesar Rp 17 miliar. Dana tersebut kami pergunakan untuk membangun dua WTP serta keperluan pelayanan lainnya, seperti program penurunan kehilangan air,” kata Deni.

Baca Juga :  7 Kecamatan di Kabupaten Bogor Rawan Bencana Alam

Pengembangan SPAM di Kota Bogor, juga akan memberikan hasil positif. Antara lain meningkatkan kapasitas produksi sebesar 400 liter/detik, pembangunan dua unit filter, bangunan pengolahan lumpur, serta pembangunan reservoir kapasitas 2.000 m3 di Kota Batu.

Kegiatan tersebut juga dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada 40 ribu Sambungan Rumah (SR) dengan penambahan jaringan distribusi, dan menurunkan angka kebocoran sebesar 5% (dari 38% menjadi 33%) melalui pergantian pipa AC dengan HDPE.

(Rizky Dewantara)