gardeniaPemkot Bogor menyoroti keluhan warga Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, terkait proyek pembangunan Apartemen dan Hotel Gardenia. Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menilai, ada kesalahan komunikasi yang dijalin antara pihak Gardenia dengan warga.

Oleh : Guntur Eko|Yuska Apitya
[email protected] .com

“Harus ada komunikasi ulang antara pihak manajemen dengan warga. Jangan sampai keluhan itu dibiar­kan berlarut-larut. Meskipun izin sudah dipegang, jika ada protes nantinya juga akan ada blunder,” kata Ade Sarip, ke­marin.

Pembangunan apartemen yang direncanakan 24 lantai ini memang masih memanen sejumlah protes dari sejumlah selemen masyarakat, salah sa­tunya pihak Yayasan Bahrul Ulum. Yayasan yang membina sedikitnya 200 siswa-siswi SMP itu menilai, pihak Gardenia be­lum membereskan perkara per­setujuan izin gangguan. “Tidak ada kabar lagi. Beberapa waktu lalu ada perwakilan Gardenia kesini. Tapi, hanya sebatas sila­turahmi karena ada yang baru ditugaskan disini,” ujar Kepala Yayasan Bahrul Ulum, Taufik Hidayat, kemarin.

Pertemuan pekan lalu itu­pun menggantung lantaran hingga kini pihak manajemen Gardenia belum memberi kepastian pemberian kompen­sasi perbaikan retak dinding sekolah akibat pemasangan pancang proyek.

Terpisah, Deputi Direktur Legal Apartemen Gardenia, Apang Sopandi, mengklaim su­rat izin yang dipunyai Gardenia sudah lengkap.

“Semuanya sudah beres sudah lama, Amdal sudah ke­luar dan izin lingkungan juga ada mas,” klaimnya.

Namun, klaim Apang ini dibantah oleh Safrial, warga sekitar lokasi proyek. Ia mera­sa tidak memberi tanda tangan surat izin gangguan. “Saya dan keluarga tidak pernah merasa tanda tangan izin amdal dan lingkungan. Yang waktu itu saya tanda tangani hanya peng­gantian rumah rusak saja,” kata dia. (*)