Untitled-19

KESUKSESAN Garibaldi Thohir menjadi salah satu pengusaha yang sukses di Indonesia tidak didapat dengan mudah. Kuncinya, Garibaldi selalu berpikir secara jangka panjang dalam mengambil keputusan dan enggan berspekulasi.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk ini menuturkan, dalam me­mimpin perusahaan, dia mempu­nyai visi untuk membuat Adaro tumbuh berkembang secara finansial mau­pun kualitas. Untuk itu, pria yang lebih sering disapa Boy ini selalu menekankan kepada manajemen Adaro untuk membuat visi jangka panjang secara terintegrasi.

“Adaro tidak sekedar tambang batu bara, namun juga kontraktor, holding, pelabuhan dan harus berperan lebih den­gan membangun PLTU sendiri,” kata Boy di Jakarta, Minggu 17 Juni 2012.

Menurut Boy seorang pengusaha ha­rus berpikir jauh ke depan, 10-20 tahun mendatang, dengan terus melalukan ino­vasi. Ia mencontohkan, teknologi shale gas belum berkembang di Indonesia yang masih mengandalkan batu bara. Namun Shale Gas sudah sukses dikembangkan di Amerika.

Boy sendiri fokus dalam mengembang­kan dua bisnisnya, yaitu bisnis berbasis sumber daya alam dan berbasis popu­lasi.Selain menjadi Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, Boy juga dikenal seb­agai Pendiri PT WOM Finance. Alasannya sederhana, Ia berbisnis apa yang dibutuh­kan masyarakat Indonesia.

Menjadi generasi kedua di Keluarga Thohir juga menjadi beban tersendiri. Banyak yang menilai kesuksesan dirinya karena bantuan dari sang ayah, Teddy Thohir, salah satu pendiri Astra Inter­national dan pengusaha yang dis­egani di Indonesia.

“Yang namanya second gen­eration itu, kalau kita sukses, orang luar pasti melihat ‘tentu saja bapaknya kaya, diseko­lahin luar negeri’. Namun kalau bangkrut, pasti dihu­jat habis-habisan kitanya bodoh,” katanya.

Ia selalu memegang pesan sederhana dari sang ayah yaitu junjung nama baik. Menurutnya sejak kecil ayahnya selalu menyatakan nama baik itu segala-galanya, sedangkan uang itu nomor dua. Nama baik itulah modal utama ayahnya sehingga bisa menjadi suk­ses menjadi pengusaha di Indonesia.

Setiap minggunya, Boy juga melakukan diskusi dan sharing antara pemilik saham, dewan komisaris, dewan direksi den­gan para karyawan. Setiap minggu, salah seorang diantara mereka diskusi dengan para karyawan untuk mengetahui masalah yang terjadi di perusahaan.

Selain itu Boy juga selalu mengingatkan kepada seluruh karyawannya untuk tidak bersikap sombong. Ia tidak segan-segan untuk marah kepada anak buahnya yang sombong. Marahnya Boy tersebut karena Ia ingin memberikan contoh kepada selu­ruh karyawan.

“Saya bilang yang paling penting itu memimping dengan contoh, bukan lips service,” kata pria kelahiran Jakarta, 1 Mei 1965 ini.

Siapkan Regenerasi

Tantangan ke depan, lanjutnya, adalah menyerahkan estafet dari generasi kedua menjadi generasi ketiga. Boy selalu beru­saha menyempatkan diri untuk berkumpul dengan keluarga besar kakak dan adiknya yaitu Rika dan adiknya Erick Thohir setiap minggu. Hal ini ia lakukan untuk mem­bangun ikatan keluarga yang kuat. “Ka­lau anak-anak mau sukses, kita sebagai orang tua itu harus memberikan contoh yang baik. Kalau orang tuanya keras, suka main gampar ya pasti berantakan. Dalam bisnis pun seperti itu,” katanya.

Beberapa waktu lalu majalah Fortune merilis 25 entrepeneur paling bersinar di kawasan Asia Pasifik. Dari 25 entrepre­neur tersebut, Indonesia bisa menyumbang satu nama sebagai pebisnis paling gemilang di Asia.

Boy Garibaldi Tho­hir yang merupakan presiden direktur PT Adaro Energy Tbk di­anggap bisa menggeser penguasa-penguasa bis­nis batu bara di Indone­sia.

(VIV/Apri)